kabar

Tipu Riyadh petaka Mina

Kalau negara penyelenggara ibadah haji saja sudah berani berbohong saat kaum muslim sejagat berduka, apakah mereka masih pantas dipercaya menguasai dua kota suci dan melayani para jamaah.

29 September 2015 13:23

Untuk negara kerajaan seperti Arab Saudi, mustahil rasanya mengharap kebebasan dan keterbukaan, termasuk soal informasi.

Ketika penduduk Bumi bertanya apa penyebab tragedi Mina Kamis pekan lalu, rezim Bani Saud berkuasa di negara Kabah itu sedari awal berupaya menutup-nutupi.

Bahkan Saudi berbohong mengenai jumlah korban meninggal. Padahal kerabat di beragam negara menunggu kepastian dengan kecemasan. Hingga sekarang mereka menyatakan 769 orang wafat dan 934 lainnya luka.

Tipu Riyadh itu terbongkar setelah anggota parlemen Pakistan Tariq Fazal Chaudry, memimpin tim untuk mengevakuasi korban jamaah haji dari negaranya, mengungkapkan para pejabat Saudi sudah memberikan diplomat-diplomat asing sekitar 1.100 foto. “Ini adalah angka resmi syuhada (Mina) diberikan pejabat Saudi buat proses identifikasi,” katanya dalam jumpa pers disiarkan televisi secara nasional kemarin malam.

Menteri Luar Negeri India Shusma Swaraj membenarkan hal itu. “Pemerintah Saudi sudah merilis 1.090 foto jamaah haji wafat dalam tragedi Mina,” tulis Swaraj di akun Twitternya.

Di hari kejadian saja tiga pejabat Saudi langsung melempar tudingan jamaah haji sebagai penyebabnya. Padahal waktu itu belum ada perintah penyelidikan.

Ketua Komite Haji Pusat Arab Saudi sekaligus Gubernur Makkah pangeran Khalid al-Faisal bilang jamaah asal Afrika sebagai dalang tragedi Mina.

Menteri Kesehatan Khalid al-Falid menyalahkan jamaah karena tidak menaati panduan dan instruksi.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mayor Jenderal Mansyur at-Turki bilang saking banyaknya jamaah haji ingin buru-buru melempar jumrah sebagai penyebab petaka Mina.

Lalu muncul kabar musibah berlangsung di Jalan 204, Kota Mina, itu terjadi lantaran ada 300 jamaah haji Iran berbalik arah. Namun tidak dijelaskan apa penyebab mereka melawan arus sehingga terjadi tabrakan dengan jamaah lainnya.

Surat kabar terbitan Libanon, Ad-Diyar, memunculkan laporan kehadiran rombongan Wakil Putera Mahkota Muhammad bin Salman, juga anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, sebagai penyebab tragedi Mina. Konvoi dikawal 200 tentara dan 150 polisi ini telah menutup jalan sehingga memaksa jamaah berbalik arah.

Bahkan, tulis Ad-Diyar dan kantor berita Fars, sehari setelah kejadian Saudi diam-diam memancung 28 petugas haji dinyatakan bersalah atas musibah itu. Lagi-lagi Saudi membantah informasi ini.

Sejumlah saksi selamat dari bencana itu membenarkan tragedi Mina terjadi karena kesalahan aparat keamanan Saudi. Menurut Ahmad, jamaah haji dari Mesir, pelaksanaan ibadah haji tidak terorganisir dengan baik. "Mereka bisa membuat sebuah jalan menuju tempat pelemparan jumrah dan satunya lagi untuk yang balik dari sana," ujarnya. "Bila satu polisi saja berdiri di mulut tiap jalan dan mengatur jamaah, petaka ini tidak akan terjadi."

Muhammad Hasan pun menuding polisi berjaga-jaga kelihatan tidak berpengalaman. Sehingga dia mencemaskan tragedi serupa bisa terulang. "Anda hanya akan menyaksikan para tentara itu berkumpul di satu tempat tanpa berbuat apa-apa."

Kalau negara penyelenggara ibadah haji saja sudah berani berbohong saat kaum muslim sejagat berduka, apakah mereka masih pantas dipercaya menguasai dua kota suci dan melayani para jamaah.

Chulan binti Kasim, jamaah haji asal Sumatera Barat mengalami cedera dalam Tragedi Mina pada 24 September 2015, dipulangkan ke Indonesia. Dia dijadwalkan tiba di Jakarta pada 1 Mei 2016. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Arab Saudi pulangkan satu jamaah haji Indonesia korban Tragedi Mina

Chulan binti Kasim akan menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban tewas Tragedi Mina 2.411 orang

"Benar-benar memalukan bagi Saudi untuk mengakui mereka lalai dalam mengatur ibadah haji lantaran gelar Raja Salman adalah Pelindung Dua Masjid Suci."

Jamaah korban tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015, dibaringkan di jalan. (Al-Jazeera)

Jamaah haji wafat dalam tragedi Mina bertambah menjadi 2.177 orang

Arab Saudi masih berkukuh petaka Mina menewaskan 769 orang dan melukai 934 lainnya.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban meninggal dalam tragedi Mina bertambah menjadi 1.621 orang

"Kalau pelaksanaan haji sukses itu berkat upaya pemerintah dan bila ada kesalahan itu kehendak Tuhan," sindir seorang pegiat hak asasi manusia di Arab Saudi.





comments powered by Disqus