kabar

Gereja Rusia sebut memerangi ISIS adalah berjihad

Klaim serupa pernah disampaikan Presiden George Walker Bush saat mulai menumpas Taliban di Afghanistan pada 2001.

01 Oktober 2015 04:47

Gereja Orthodoks Rusia menyatakan sokongan atas serangan udara dilancarkan negara itu terhadap milisi ISIS (negara Islam Irak dan Suriah) di Suriah. Mereka bahkan menyebut itu sebagai perang suci.

"Pertempuran menghadapi terorisme adalah perang suci dan hari ini (kemarin) negara kami barangkali kekuatan paling aktif dalam menumpas terorisme," kata juru bicara Gereja Orthodoks Rusia Vsevolod Chaplin, seperti dilansir kantor berita Interfax.

Klaim serupa pernah disampaikan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush saat mulai menggempur basis Taliban di Afghanistan pada 2001. Justifikasi agama juga dipakai para pemberontak Suriah, termasuk ISIS dan Jabhat Nusrah (sayap Al-Qaidah di Suriah), buat menarik dukungan kaum muslim.

Rusia kemarin melancarkan serangan udara pertama terhadap basis kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu setelah Presiden Vladimir Putin mendapat persetujuan dari parlemen. ISIS kini menguasai setengah wilayah Suriah dan sepertiga Irak.

Kementerian Luar Negeri Rusia lewat pernyataan tertulis menjelaskan gempuran pertama melibatkan 20 kali serangan menghantam delapan sasaran. "Target-target itu, terutama pusat komando, sudah dihancurkan sepenuhnya."

"Satu-satunya cara memerangi terorisme internasional...adalah melakukan pencegahan," ujar Putin. "Yakni menghancurkan para teroris di wilayah telah mereka kuasai, bukan menunggu sampai mereka menghampiri kita."

Kepala Gereja Ortodoks Rusia Kirill I bilang intervensi militer Rusia diperlukan karena proses politik tidak mengalami kemajuan. "Rusia telah mengambil keputusan bertanggung jawab untuk menggunakan kekuatan militer buat melindungi rakyat Suriah dari kesengsaran diciptakan oleh tirani teroris."

Kremlin telah mengakui memasok senjata, intelijen, dan pelatihan bagi pasukan pemerintah Suriah. Rusia bahkan sedang membangun pangkalan militer di kampung halaman Presiden Suriah Basyar al-Assad di Provinsi Latakia.

Moskow juga membangun pusat komando di Ibu Kota Baghdad, Irak, untuk berkoordinasi dengan Suriah dan Irak dalam menumpas ISIS di kedua negara itu.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus