kabar

Jamaah haji Indonesia gendong ibu selama berhaji

Dia dijuluki Uwais al-Qarni modern.

01 Oktober 2015 05:49

Kisah Uwais al-Qarni zaman modern terjadi selama musim haji tahun ini. Jamaah haji asal Indonesia, Badri Mir, 53 tahun, menggendong ibunya berusia 85 tahun selama keduanya melaksanakan rukun Islam kelima itu.

Ketaatan Badri terhadap ibunya ini mendapat perhatian dua media terbitan Arab Saudi, yakni surat kabar Al-Madinah dan situs berita Akhbaar24.com. Kedua media ini menulis Badri bahkan mulai menggendong ibunya di punggung sejak mereka berangkat dari Indonesia menuju tanah suci.

Padahal dia bisa saja menyewa kursi roda untuk ibunya, namun dia memilih mengikuti teladan Uwais al-Qarni, seorang saleh asal Desa Al-Qarani, Yaman, juga dipuji oleh Nabi Muhammad karena begitu taat dan sayang terhadap ibunya.

Meski begitu, Badri tidak kelihatan capek, bahkan saat melempar jumrah, proses dalam musim haji kali ini dilanda petaka. Insiden Kamis pekan lalu akibat tabrakan arus jamaah dalam jumlah ribuan telah menewaskan 1.110 orang dan hampir seribu lainnya luka.

Menurut Rasulullah Uwais amat masyhur bagi penghuni langit dan doanya makbul.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus