kabar

Yaman putuskan hubungan diplomatik dengan Iran

Bahrain juga telah memanggil pulang duta besarnya dari Teheran.

02 Oktober 2015 15:06

Presiden Yaman Abdu Rabbu Mansyur Hadi dukungan Arab Saudi telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah hari ini. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut.

Hadi baru kembali bulan ini ke Aden setelah enam bulan meminta perlindungan di Ibu Kota Riyadh. Dia terpaksa mengungsi ke sana setelah pemberontak Al-Hutiyun berhasil menguasai istana presiden di Ibu Kota Sanaa dan sempat lari ke Aden.

Sejak Maret lalu pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi menggempur milisi Syiah sokongan Iran itu. Hingga kini perang masih berlangsung di Yaman.

Sehari sebelumnya Bahrain bilang telah memanggil pulang duta besarnya dari Ibu Kota Teheran. Mereka juga memberi waktu bagi kuasa usaha Iran untuk meninggalkan negara itu dalam 72 jam. "Karena Iran terus mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Bahrain...untuk menciptakan konflik sektarian serta menerapkan hegemoni dan kontrol," kata Kementerian Luar Negeri Bahrain di situs resminya.

Keputusan ini diambil sehari setelah aparat keamanan Bahrain menemukan pabrik bahan peledak. Mereka menangkap pula sejumlah tersangka memiliki kaitan dengan Garda Revolusi Iran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Amerika peringatkan warganya untuk tidak kunjungi Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius.

Universitas Jazan di Arab  Saudi terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun pada 15 April 2021. (Twitter)

Kampus di Arab Saudi terbakar akibat serangan peluru kendali Al-Hutiyun

Hampir saban hari, Al-Hutiyun menargetkan lokasi strategis dan vital di Riyadh, Jeddah, Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Musyaith. 





comments powered by Disqus