kabar

194 orang Yahudi pemenang Nobel

Mereka paling banyak meraih Nobel di bidang kedokteran, yakni 55 orang, disusul fisika (51), dan kimia (36).

06 Oktober 2015 11:23

Sedikitnya ada 194 orang Yahudi atau berdarah campuran Yahudi telah menerima hadiah Nobel di beragam bidang sejak 1901-2014. Jumlah ini setara 23 persen dari total penerima Nobel di seluruh dunia, paling banyak di antara ras atau etnik lain.

Mereka paling banyak meraih Nobel di bidang kedokteran, yakni 55 orang, disusul fisika (51), dan kimia (36). Berikut daftar orang Yahudi pemenang Nobel:

Kimia Ada 36 orang Yahudi meraih Nobel di bidang ini, yakni

Adolph von Baeyer (1905) Henri Moissan (1906) Otto Wallach (1910) Richard Willstätter (1915) Fritz Haber (1918) George de Hevesy (1943) Melvin Calvin (1961) Max Perutz (1962) Christian (Chaim) Anfinsen (1972) William Stein (1972) Ilya Prigogine (1977) Herbert Brown (1979) Paul Berg (1980) Walter Gilbert (1980) Roald Hoffmann (1981) Sir Aaron Klug (1982) Herbert Hauptman (1985) Jerome Karle (1985) John Polanyi (1986) Sidney Altman (1989) Rudolph Marcus (1992) George Olah (1994) Sir Harold Kroto (1996) Walter Kohn (1998) Alan Heeger (2000) Aaron Ciechanover (2004) Avram Hershko (2004) Irwin Rose (2004) Roger Kornberg (2006) Martin Chalfie (2008) Ada Yonath (2009) Dan Shechtman (2011) Robert Lefkowitz (2012) Martin Karplus (2013) Michael Levitt (2013) Arieh Warshel (2013)

Ekonomi Terdapat 29 orang Yahudi pemenang Nobel Ekonomi, yakni

Paul Samuelson (1970) Simon Kuznets (1971) Kenneth Arrow  (1972) Wassily Leontief (1973) Leonid Kantorovich (1975) Milton Friedman (1976) Herbert Simon (1978) Lawrence Klein (1980) Franco Modigliani (1985) Robert Solow (1987) Harry Markowitz (1990) Merton Miller (1990) Gary Becker (1992) Robert Fogel (1993) John Harsanyi (1994) Reinhard Selten (1994) Robert Merton (1997) Myron Scholes (1997) George Akerlof (2001) Joseph Stiglitz (2001) Daniel Kahneman (2002) Robert Aumann (2005) Leonid (Leo) Hurwicz (2007) Eric Maskin (2007) Roger Myerson (2007) Paul Krugman (2008) Elinor Ostrom (2009) Peter Diamond (2010) Alvin Roth (2012)

Sastra Sebanyak 14 orang Yahudi meraih Nobel Sastra, yaitu

Paul von Heyse (1910) Henri Bergson (1927) Boris Pasternak (1958) Shmuel Agnon (1966) Nelly Sachs (1966) Saul Bellow (1976) Isaac Bashevis Singer (1978) Elias Canetti (1981) Joseph Brodsky (1987) Nadine Gordimer (1991) Imre Kertész (2002) Elfriede Jelinek (2004) Harold Pinter (2005) Patrick Modiano (2014)

Perdamaian Terdapat sembilan orang Yahudi dihadiahi Nobel Perdamaian, yakni

Tobias Asser (1911) Alfred Fried (1911) René Cassin (1968) Henry  Kissinger (1973) Menachem Begin (1978) Elie Wiesel (1986) Shimon Peres (1994) Yitzhak Rabin (1994) Sir Joseph Rotblat (1995)

Fisika Sebanyak 51 orang Yahudi mendapat Nobel Fisika. Mereka adalah

Albert Michelson (1907) Gabriel Lippmann (1908) Albert Einstein (1921) Niels Bohr (1922) James Franck (1925) Otto Stern (1943) Isidor Rabi (1944) Wolfgang Pauli (1945) Felix Bloch (1952) Max Born (1954) Igor Tamm (1958) Ilya Frank (1958) Emilio Segrè (1959) Donald Glaser (1960) Robert Hofstadter (1961) Lev Landau (1962) Eugene Wigner (1963) Richard Feynman (1965) Julian Schwinger (1965) Hans Bethe (1967) Murray Gell-Mann (1969) Dennis Gabor (1971) Leon Cooper (1972) Brian Josephson (1973) Ben Mottelson (1975) Burton Richter (1976) Arno Penzias (1978) Sheldon Glashow (1979) Steven Weinberg (1979) Arthur Schawlow (1981) K. Alexander Müller (1987) Leon Lederman (1988) Melvin Schwartz (1988) Jack Steinberger (1988) Jerome Friedman (1990) Georges Charpak (1992) Martin Perl (1995) Frederick Reines (1995) David Lee (1996) Douglas Osheroff (1996) Claude Cohen-Tannoudji (1997) Zhores Alferov (2000) Vitaly Ginzburg (2003) Alexei Abrikosov (2003) David Gross (2004) H. David Politzer (2004) Roy Glauber (2005) Saul Perlmutter (2011) Adam Riess (2011) Serge Haroche (2012) François Englert (2013)

Kedokteran Terdapat 55 orang Yahudi peraih Nobel Kedokteran, yakni

Paul Ehrlich (1908) Elie Metchnikoff (1908) Robert Bárány (1914) Otto Meyerhof (1922) Karl Landsteiner (1930) Otto Warburg (1931) Otto Loewi (1936) Joseph Erlanger (1944) Sir Ernst Chain (1945) Hermann Muller (1946) Gerty Cori (1947) Tadeus Reichstein (1950) Selman Waksman (1952) Sir Hans Krebs (1953) Fritz Lipmann (1953) Joshua Lederberg (1958) Arthur Kornberg (1959) Konrad Bloch (1964) Francois Jacob (1965) André Lwoff (1965) George Wald (1967) Marshall Nirenberg (1968) Salvador Luria (1969) Julius Axelrod (1970) Sir Bernard Katz (1970) Gerald Edelman (1972) David Baltimore (1975) Howard Temin (1975) Baruch Blumberg (1976) Rosalyn Yalow (1977) Daniel Nathans (1978) Baruj Benacerraf (1980) Sir John Vane (1982) César Milstein (1984) Michael Brown (1985) Joseph Goldstein (1985) Stanley Cohen (1986) Rita Levi-Montalcini (1986) Gertrude Elion (1988) Harold Varmus (1989) Edmond Fischer (1992) Alfred G. Gilman (1994) Martin Rodbell (1994) Stanley Prusiner (1997) Robert Furchgott (1998) Paul Greengard (2000) Eric Kandel (2000) Sydney Brenner (2002) H. Robert Horvitz (2002) Richard Axel (2004) Andrew Z. Fire (2006) Bruce Beutler (2011) Ralph Steinman (2011) James Rothman (2013) Randy Schekman (2013)

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus