kabar

Maroko batalkan festival bir

Bila seorang muslim ketahuan minum bir di tempat umum, terancam denda sangat besar dan hukuman penjara sampai setengah tahun.

07 Oktober 2015 02:26

Pemerintah Kota Kasablanka, Maroko, telah membatalkan rencana penyelenggaraan festival bir pertama di negara Arab maghribi itu.

"Menyusul pengumuman di sejumlah media soal festival bir di Kasablanka, pemerintah telah meminta panitia segera menghentikan kampanye dan membatalkan rencana itu," kata Pemerintah Kota Kasablanka melalui pernyataan tertulis.

Menurut rencana, festival bir selama sebulan itu dilangsungkan besok di sejumlah bar di Kasablanka. Penyelenggaranya adalah Brasserie du Maroc, pabrik bir dan anggur di Maroko.

Mereka berharap festival itu bisa menghambat laju penurunan penjualan bir di Maroko, pada 2013 tujuh persen dan tahun lalu melorot menjadi 5,4 persen saja.

Meski berpenduduk mayoritas muslim, Maroko menghasilkan lebih dari 40 juta botol bir dan anggur setahun. Kebanyakan dijual di dalam negeri.

Namun orang Islam diharamkan menenggak minuman beralkohol itu. Bila ketahuan minum bir di tempat umum, terancam denda sangat besar dan hukuman penjara sampai setengah tahun.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus