kabar

Maroko batalkan festival bir

Bila seorang muslim ketahuan minum bir di tempat umum, terancam denda sangat besar dan hukuman penjara sampai setengah tahun.

07 Oktober 2015 09:26

Pemerintah Kota Kasablanka, Maroko, telah membatalkan rencana penyelenggaraan festival bir pertama di negara Arab maghribi itu.

"Menyusul pengumuman di sejumlah media soal festival bir di Kasablanka, pemerintah telah meminta panitia segera menghentikan kampanye dan membatalkan rencana itu," kata Pemerintah Kota Kasablanka melalui pernyataan tertulis.

Menurut rencana, festival bir selama sebulan itu dilangsungkan besok di sejumlah bar di Kasablanka. Penyelenggaranya adalah Brasserie du Maroc, pabrik bir dan anggur di Maroko.

Mereka berharap festival itu bisa menghambat laju penurunan penjualan bir di Maroko, pada 2013 tujuh persen dan tahun lalu melorot menjadi 5,4 persen saja.

Meski berpenduduk mayoritas muslim, Maroko menghasilkan lebih dari 40 juta botol bir dan anggur setahun. Kebanyakan dijual di dalam negeri.

Namun orang Islam diharamkan menenggak minuman beralkohol itu. Bila ketahuan minum bir di tempat umum, terancam denda sangat besar dan hukuman penjara sampai setengah tahun.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus