kabar

Salman Rushdie diundang, Iran boikot pameran buku Frankfurt

"Para pejabat pameran memilih tema kebebasan berpendapat, namun mereka malah mengundang seseorang telah menghina agama kami," kata Abbas Salehi.

08 Oktober 2015 09:46

Iran telah mengumumkan akan memboikot pameran buku Frankfurt (Frankfurt Book Fair) berlangsung pekan depan di Kota Frankfurt, Jerman. Alasannya, panitia mengundang Salman Rushdie sebagai pembicara.

Kementerian Luar Negeri Iran lewat pernyataan tertulis menentang kehadiran penulis buku the Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) itu. Mereka menyerukan semua negara muslim untuk tidak hadir dalam pameran buku terbesar sejagat ini. "Atas nama kebebasan berekspresi, panitia sudah mengundang seseorang dibenci di dunia Islam dan memberikan kesempatan bagi Salman Rushdie...untuk berpidato."

Wakil Menteri Kebudayaan Iran Abbas Salehi juga menyesalkan keputusan panitia itu. "Para pejabat pameran memilih tema kebebasan berpendapat, namun mereka malah mengundang seseorang telah menghina agama kami," katanya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ruhullah Khomeini pada 1988 mengeluarkan fatwa mati terhadap Rushdie, warga negara Inggris penganut Islam dan kini menetap di Amerika Serikat, setelah Ayat-ayat Setan diterbitkan. Khomeini bersama para pemimpin muslim dunia menilai Rushdie telah menggambarkan Nabi Muhammad secara tidak sopan dalam novel keempatnya itu.

Karena fatwa mati itu, Rushdie terpaksa bersembunyi. Pemerintah Inggris kemudian menempatkan dia dalam penjagaan ketat polisi. Beberapa tahun belakangan dia kerap menghadiri acara berkaliber internasional meski kadang suka membatalkan kehadirannya di menit-menit akhir.

Khomeini wafat pada 1989 tapi penggantinya Ayatullah Ali Khamenei pada 2005 menegaskan fatwa mati buat Rushdie itu tetap berlaku. Dia menyebut Rushdie sebagai orang ingkar agama dan halal dibunuh atas nama hukum.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Korban meninggal karena Covid-19 di Saudi tembus tiga ribu orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 29.246 orang, termasuk 546 meninggal.

Polisi perempuan Libanon di Kota Brummana bercelana pendek buat menggaet lebih banyak turis asing datang. (Screengrab)

Satu perempuan Bali luka ringan akibat ledakan di Beirut

Ni Nengah Erawati bekerja di sebuah spa Bali kawasan Jal al-Dib.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam ledakan hebat di Beirut

Kementerian Kesehatan Libanon mengungkapkan setidaknya 78 orang tewas dan empat ribu lainnya cedera.





comments powered by Disqus