kabar

Sebar video suami selingkuh, perempuan Saudi terancam dipenjara

Maksimal setahun penjara atau denda Rp 1,8 miliar karena dianggap mempermalukan suaminya.

08 Oktober 2015 21:17

Dia sakit hati melihat kelakuan suaminya: berselingkuh dengan pembantu rumah tangganya. Tapi seorang perempuan Arab Saudi tidak disebut identitasnya ini tidak mau melabrak saat memergoki kebejatan suaminya itu. Dia diam-diam merekam menggunakan telepon selulernya.

Rekaman video itu memperlihatkan sang suami berupaya mencium pembantunya di dapur. Istrinya membalas pengkhianatan sang suami dengan mengunggah video selingkuh itu ke situs berbagi video YouTube dan diberi keterangan hukuman minimal bagi suami ini adalah membikin jadi skandal.

Ibu rumah tangga itu mendapat sokongan luas. "Anda telah melakukan hal terbaik karena ada keperluan mendesak untuk membalas dan balas dendam Anda lakukan keren banget," tulis narablog Al-Yamama, seperti dilansir Gulf News.

Tapi pengacara bernama Majid Qarub memperingatkan sesuai beleid soal kejahatan teknologi informasi, ibu itu bisa terancam penjara hingga setahun atau denda Rp 500 ribu riyal atau kini setara Rp 1,8 miliar. "Karena dia mempermalukan suaminya."

Dia menambahkan hukuman keras juga berlaku bagi siapa saja memakai telepon seluler berkamera atau perlengkapan lain untuk memotret seseorang dan mempermalukan dia.

Rekaman video itu sekaligus membuktikan betapa rentannya pembantu di Arab Saudi atas kasus penganiayaan atau pelecehan seksual. Gara-gara banyak kasus pula, Indonesia sudah menghentikan pengiriman pembantu rumah ke tangga ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus