kabar

Tuah Rusia sasar ISIS

Peluru kendali Klub memiliki jarak tembak hingga 2.494 kilometer. Kecepatan puncaknya 3.580 kilometer per jam dan bisa membawa hulu ledak 408 kilogram.

08 Oktober 2015 22:15

Rusia tidak setengah hati membantu sekutunya Presiden Suriah Basyar al-Assad menumpas para pemberontak, terutama milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Sejak pekan lalu negara Beruang Merah ini sudah melancarkan serangan udara terhadap kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Mereka kemarin bahkan menembakkan 26 peluru kendali penjelajah bernama Kalibr NK (Klub) ke arah sebelas sasaran milik ISIS di utara Suriah. Klub adalah salah satu senjata bertuah kepunyaan Rusia. NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) memberinya nama sandi Sizzler.

Peluru kendali sepanjang 8,8 meter ini memiliki jarak tembak hingga 2.494 kilometer. Kecepatan puncaknya 3.580 kilometer per jam atau tiga kali kecepatan suara. Klub bisa membawa hulu ledak berbobot 408 kilogram.

Sebanyak 26 Klub kemarin ditembakkan dari empat kapal perang Rusia berada di Laut Kaspia, sejauh 1.448 kilometer dari target. Peluru-peluru kendali itu terbang melewati Iran dan Irak hingga akhirnya menghantam sasaran di Raqqah, Idlib, dan Aleppo.

Kekuatan militer Rusia juga sudah disiagakan di Suriah. Meliputi empat jet tempur multiperan SU-30, 12 SU-25, 12 pesawat pengebom SU-24, dan satu sistem peluru kendali dari darat ke udara. Moskow juga sudah mendirikan pangkalan udara di Latakia dan pangkalan laut di Tartus.

Untuk menumpas ISIS di Irak, Kremlin telah mendirikan pusat komando di Ibu Kota Baghdad.

Intervensi militer Rusia ini bisa membikin perang di Suriah telah berjalan empat tahun kian sengit dan rumit diselesaikan.

Kiri ke kanan: Duta Besar Prancis Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan, dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik memberikan keterangan pers usai bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya di Jakarta, 19 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia kecam penggunaan senjata kimia

Meski mengecam, Indonesia tidak menuding Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia di Duma.

Suasana Ibu Kota Damaskus, Suriah, 14 April 2018. (Twitter)

Tiga sasaran serangan Amerika di Suriah

Termasuk pusat riset ilmiah di Damaskus.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika, Inggris, dan Prancis serbu Suriah

"Amerika dan sekutunya akan terus menyerbu sampai rezim di Suriah berhenti menggunakan senjata kimia," kata Trump.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto dalam serah terima dua mobil ambulans, merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Suriah, di Ibu Kota Damaskus, Suriah, 26 Juli 2017. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

Indonesia serahkan dua ambulans bagi rakyat Suriah

Bantuan kemanusiaan untuk Suriah sudah dirintis sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus