kabar

Menteri Tunisia klaim jilbab kurangi daya pendengaran hingga 30 persen

Seorang pramugari TunisAir dipecat karena berjilbab.

15 Oktober 2015 08:09

Menteri Transportasi Tunisia Muhammad bin Ramadan dikecam dan dikritik parpengguna media sosial lantaran komentar kontroversialnya. Dia mengklaim jilbab bisa menurunkan kemampuan pendengaran hingga 30 persen.

Pernyataannya itu mengacu pada kasus pemecatan Nabiha al-Jaluli, pramugari maskapai TunisAir, karena berjilbab. Ramadan mendukung keputusan itu. "Jilbab mengurangi kemampuan pendengaran sampai 30 persen sehingga membahayakan nyawa penumpang," katanya. "Peran awak kabin melindungi para penumpang."

Ramadan juga menyerukan kepada semua staf maskapai penerbangan untuk mematuhi seragam resmi telah ditetapkan oleh perusahaan.

Pengadilan perdata sudah memutuskan Nabiha boleh bekerja kembali. Namun manajemen TunisAir belum melaksanakan keputusan pengadilan itu dengan alasan Nabiha telah melanggar aturan perusahaan.

Kepada Al-Arabiya, dokter kesehatan masyarakat Muhammad Najib Maina menilai komentar Ramadan itu menggelikan. Dia menegaskan berjilbab atau berkerudung sama sekali tidak mengganggu daya pendengaran. "Ramadan pantas menerima Nobel Kedokteran atas penemuan medis dan ilmiah spektakuler itu," sindir Maina.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.569 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 293.037 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 29.777 orang, termasuk 572 meninggal.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Perdana menteri Libanon mundur

Hasan Diab bilang korupsi lebih kuat ketimbang negara.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Ketambahan 1.257 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 289.947 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 29.621 orang, termasuk 569 meninggal.





comments powered by Disqus