kabar

Tony Blair minta maaf soal invasi ke Irak

Dia mengakui telah menciptakan neraka di negara Dua Sungai itu akibat menumbangkan rezim Saddam Husain.

25 Oktober 2015 11:25

Setelah 12 tahun menolak, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair akhirnya meminta maaf atas kesalahannya mendukung invasi ke Irak.

Blair mengakui aliansinya bareng Presiden Amerika Serikat George Bush untuk menumbangkan rezim Saddam Husain pada 2003 telah menciptakan neraka di negara Dua Sungai itu.

"Kami meminta maaf informasi intelijen telah kami terima ternyata salah," kata Blair menjawab pertanyaan presenter Farid Zakaria dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi berita CNN disiarkan hari ini. "Saya juga memohon maaf atas sejumlah kesalahan dalam perencanaan dan tentu saja kesalahan kami dalam memahami apa yang akan terjadi setelah Anda menumbangkan rezim (Saddam Husain)."

Setelah kekuasaan Saddam lenyap, Irak terbelah. Perang sektarian antara Sunni dan Syiah kian meluluhlantakkan negeri 1001 Malam itu.

Dia mengakui jatuhnya rezim Saddam menjadi penyebab utama keemunculan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Tentu saja Anda tidak bisa bilang pihak kami telah menggulingkan Saddam pada 2003 tidak bertanggung jawab atas situasi di 2015," ujarnya.

ISIS, kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi, kini telah menguasai setengah wilayah Suriah dan sepertiga Irak. Baghdadi bahkan Juni tahun lalu mengumumkan telah berdirinya kekhalifahan Islam dan mengangkat dirinya sendiri sebagai khalifah.

Adalah ISI (Negara Islam Irak), dibentuk oleh mendiang Abu Musab al-Zarqawi pada 2003, sebagai cikal bakal ISIS. Milisi ini diumumkan secara terbuka dua tahun lalu di Suriah.

Pengakuan Blair muncul sepekan setelah The Mail on Sunday melansir memo rahasia berisi kesepakatan antara Blair dan Bush setahun sebelum mereka menyerbu Irak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus