kabar

Akhir abad ini, suhu di kawasan Teluk Persia terlalu panas buat manusia

Paling lambat 2100, suhu di negara-negara Arab Teluk bisa mencapai 74 hingga 77 derajat Celcius dalam enam jam sehari.

27 Oktober 2015 13:25

Bila tingkat pengeluaran emisi karbon dioksida masih berlanjut seperti sekarang, sebagian wilayah di kawasan Teluk Persia akan kelewat panas untuk ditinggali manusia. Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian dilansir kemarin di jurnal Nature Climate Change.

Dengan menggunakan sejumlah simulasi komputer, riset itu menemukan suhu udara di wilayah Teluk Persia akan mencapai 74 hingga 77 derajat Celcius selama enam jam dalam sehari.

Gelombang panas yang terjadi saat ini saja, bersuhu 45 sampai 50-an derajat Celcius, berhasil melumpuhkan kaum renta dan orang sakit. Bila hasil penelitian itu terbukti, pemuda sehat atau bayi baru lahir juga tidak kuat menahan sengatan panas.

Al-Fatih at-Tahir, profesor rekayasa lingkungan dari MIT ikut dalam penelitian itu, mencontohkan mandi sauna dengan suhu sampai 35 derajat Celcius. "Anda cuma bisa bertahan sebentar saja. Apakah sanggup sampai lebih dari enam jam," katanya.

Laporan itu menyebutkan kota-kota di negara Arab Teluk, seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Doha tidak bisa ditinggali manusia lagi, kecuali menggunakan penyejuk udara.

Meski kota suci Makkah tidak akan terlalu panas, tetap saja suhu di sana bisa membunuh orang tengah berumrah atau berhaji.

Sebuah panel ilmuwan top dunia bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan akhir abad ini suhu Bumi naik empat derajat Celcius. Itu dapat mengakibatkan kekeringan luar biasa, badai mematikan, dan kenaikan permukaan air laut. Alhasil, bakal terjadi migrasi massal manusia dan wabah penyakit.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus