kabar

Dituduh gagal hentikan hasutan, 20 ribu warga Israel gugat Facebook

Para penggugat bilang Facebook berkewajiban secara hukum dan moral buat memblokir kampanye bunuh orang Israel disebar lewat media sosial itu.

27 Oktober 2015 20:38

Sebanyak 20 ribu warga Israel Senin lalu menggugat Facebook ke Mahkamah Agung Negara Bagian New York, Amerika Serikat. Mereka menuding Facebook gagal menghentikan hasutan-hasutan bagi rakyat Palestina untuk membunuh warga Yahudi.

Seperti tuduhan dilemparkan sejumlah pejabat Israel, para penggugat mengklaim hasutan dalam bentuk pernyataan, gambar, dan video telah menginspirasi para pemuda Palestina untuk menusuk tentara atau pemukim Yahudi. "Para penyerang terdorong untuk melakukan kejahatan bengis oleh hasutan untuk membunuh mereka baca di Facebook," kata para penggugat dalam siaran pers.

Gugatan itu disampaikan tiga kuasa hukum, yakni Robert Tolchin, Nitsana Darshan Leitner, dan Asher Perlin. Para penggugat bilang Facebook berkewajiban secara hukum dan moral buat memblokir kampanye bunuh orang Israel disebar lewat media sosial itu.

Para penggugat tidak menuntut uang kompensasi dari Facebook. Mereka berharap pengadilan memerintahkan media sosial bikinan Mark Zuckerberg itu menghapus seluruh halaman, grup, dan unggahan berisi agitasi untuk membunuh orang-orang Yahudi. Mereka menuntut pula Facebook mengawasi situs mereka untuk mencegah hasutan semacam itu disebar lewat Facebook.

Gugatan ini disampaikan saat intifadah ketiga tengah meletup di seantero Tepi Barat dan Jalur Gaza. Anak-anak muda Palestina, lelaki dan perempuan, sejak permulaan bulan ini melancarkan serangan menggunakan pisau terhadap warga Israel.

Intifadah Pisau ini sudah menewaskan 58 orang Palestina dan belasan warga Yahudi. Gerakan Tusuk Israel ini dipicu oleh serangan pasukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus