kabar

Narablog Saudi terima cicilan pertama hukuman cambuk

Raif Badawi bakal menjalani 50 cambukan saban Jumat selama 20 pekan. Dia divonis sepuluh tahun penjara, seribu cambukan, dan denda Rp 3,4 miliar.

10 Januari 2015 09:22

Arab Saudi kemarin melaksanakan hukuman 50 cambukan pertama terhadap narablog sekaligus pegiat liberal Raif Badawi. Pelaksanaannya digelar sehabis salat Jumat di depan Masjid Al-Jafali, Kota Jeddah.

Mengutip seorang saksi, lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International menyatakan Badawi dalam keadaan diborgol diturunkan dari dalam bus. Dia kemudian dibawa ke sebuah lapangan di depan masjid.

Badawi menerima 50 cambukan sambil ditonton kerumunan orang dan sejumlah petugas keamanan. Pelaksanaan hukuman ini berlangsung seperempat jam. Menurut Amnesty, Badawi bakal menjalani hukuman 50 cambukan lagi saban Jumat selama 20 pekan. "Setelah itu dia diangkut kembali kembali menggunakan bus," kata Amnesty.

Badawi, pendiri situs web Free Saudi Liberal, ditangkap Juni 2012. Dia dituduh melakukan sejumlah kejahatan dunia maya, termasuk menghina Islam dan durhaka kepada ayahnya. Situs bikinan Badawi ini menampilkan pelbagai artikel mengkritik ulama-ulama senior Wahabi dan tokoh-tokoh dalam sejarah Islam. Alhasil, memicu perdebatan.

Pihak penuntut tadinya meminta Badawi diadili dengan dakwaan murtad sehingga dia terancam hukuman mati. Namun hakim menolak tudingan itu.

Badawi sebenarnya Juli tahun lalu divonis hukuman tujuh tahun penjara dan 600 kali cambukan. Tapi jaksa tidak puas. Pengadilan banding lalu memperberat hukuman bagi Badawi menjadi sepuluh tahun penjara, seribu kali cemeti, dan denda sejuta riyal atau Rp 3,4 miliar.

Sehari sebelum pelaksanaan, Amerika Serikat telah mendesak Saudi membatalkan hukuman cambuk itu. "Pemerintah Amerika menyerukan kepada pemerintah Saudi membatalkan hukuman brutal ini dan meninjau kembali vonis dan kasus Badawi," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki.

Pegiat hak asasi manusia Walid Abu al-Khair, juga pengacara Badawi, telah dihukum 15 tahun penjara dengan tuduhan melecehkan rezim dan para pejabat, menghasut masyarakat, serta menghina sistem hukum.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran luncurkan jet tempur bikinan sendiri

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami Sabtu pekan lalu bilang Kowsar merupaan bagian dari strategi penangkal yang diterapkan Iran untuk menghadapi ancaman musuh.

21 Agustus 2018

TERSOHOR