kabar

Pangeran Saudi menjadi tersangka penyelundupan dua ton narkotik di Libanon

Pangeran Abdul Muhsin bin Walid bin Abdul Muhsin bin Abdul Aziz bersama empat rekannya ditangkap di Bandar Udara Beirut pekan lalu.

03 November 2015 08:28

Pangeran Abdul Muhsin bin Walid bin Abdul Muhsin bin Abdul Aziz dari Arab Saudi bareng sepuluh orang lainnya, lima absentia, dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan narkotik terbesar di Libanon.

Pangeran Abdul Muhsin dan empat rekannya ditangkap di Bandar Udara Internasional Beirut pekan lalu saat berupaya menyelundupkan dua ton pil Captagon dan kokain ke Arab Saudi. Seluruh narkotik itu dibungkus dalam 40 dus dan siap diangkut ke jet pribadi bakal terbang menuju negara Kabah itu.

Jaksa Claude Karam dari Kejaksaan Gunung Libanon menyatakan Pangeran Abdul Muhsin bersama empat rekannya kini masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah Arab Saudi atas penahanan sang pangeran. Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Beirut juga belum bisa dimintai komentar.

UNODC (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan) tahun lalu menyatakan konsumsi pil Captagon - juga digemari jihadis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) karena membuat stamina lebih tahan lama untuk bertempur - di enam negara Arab Teluk tinggi.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus