kabar

Hakim berjilbab untuk pertama kali pimpin sidang di Turki

Dewan Tertinggi Hakim dan Jaksa Turki telah mencabut larangan berjilbab bagi hakim dan jaksa perempuan. Keputusan ini keluar tidak lama sebelum pemilihan umum digelar Juni lalu.

05 November 2015 06:41

Untuk pertama kali sepanjang sejarah Turki, hakim perempuan berjilbab memimpin sidang, seperti dilansir beragam media kemarin. Kejadian ini berlangsung di Pengadilan Istanbul.

Hakim muda itu berjilbab hitam sesuai warna jubah hakimnya. Fotonya langsung tersebar luas di Twitter. Beberapa pengguna mengejek hal ini sebagai pengadilan syariat Islam. Namun tidak diketahui identitas hakim itu dan kasus apa sedang dia sidang.

HSYK (Dewan Tertinggi Hakim dan Jaksa) telah mencabut larangan berjilbab bagi hakim dan jaksa perempuan. Keputusan ini keluar tidak lama sebelum pemilihan umum digelar Juni lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - partainya kembali menang mutlak dalam pemilihan umum awal bulan ini - dituding memaksa menerapkan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Dua tahun lalu pemerintah sudah menghapus larangan berjilbab buat kaum hawa di sekolah dan institusi pemerintah. Kelompok oposisi menyebut langkah itu sebagai pelecehan terhadap konstitusi Turki sebagai negara sekuler. Namun larangan ini masih berlaku bagi personel militer dan keamanan.

Unta setinggi lebih dari tiga meter ikut dalam kontes kecantikan King Abdul Aziz Camel Festival di Arab Saudi, digelar sepanjang Januari 2018. (King Abdul Aziz Camel Festival)

Saudi kenakan denda lebih dari Rp 1 miliar bagi pemilik unta disuntik botoks

Unta disebut ayu kalau mempunyai bibir besar, leher panjang, dan berpunuk montok.

Unjuk rasa antirezim berlangsung di Ibu Kota Teheran, Iran. (Media sosial)

Lima aparat keamanan Iran tewas dalam bentrokan dengan kelompok sufi

Lebih dari 300 pengikut sufi Gonabadi ditangkap.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Sebuah penthouse di Trump Park Avenue di New York, Amerika Serikat. (Trump International Realty)

Pangeran dari Saudi tunggak uang sewa apartemen di New York sebesar US$ 1,8 juta

Sesuai kesepakatan baru, uang sewa per bulan naik menjadi US$ 115.762,50 mulai Juli tahun ini.





comments powered by Disqus