kabar

Suriah beri penghargaan buat duta besar Indonesia dan Iran

Kedua negara ini merupakan pendukung rezim Assad.

09 November 2015 11:44

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto menerima penghargaan dari Institut Tinggi Syam (Mahad Syam Ali) disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Tinggi Syam sekaligus Menteri Agama Suriah Abdul Satar Sayyid. Penghargaan ini disampaikan saat acara wisuda Institut Tinggi Syam di gedung opera Daar al-Assad di Ibu Kota Damaskus, Suriah, pekan lalu.

"Penghargaan ini diberikan kepada Duta Besar Djoko Harjanto atas upaya kerasnya memperjuangkan para pelajar Indonesia di Suriah di tengah konflik senjata berkepanjangan," kata Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus lewat siaran pers diterima Albalad.co kemarin. Selain itu, Indonesia satu dari sedikit negara masih mempertahankan duta besarnya di Damaskus.

Sejak perang berkecamuk di Suriah epat tahun lalu, pemerintah Indonesia telah memulangkan 12.848 warganya. Prosdes repatriasi masih terus berlangsung. Karena konflik berkepanjangan, jumlah pelajar Indonesia di Suriah menukik. Dari sekitar dua ratus orang sebelum konflik, saat ini tingga 25 orang masih bertahan di Damaskus sambil menunggu kelulusan mereka.

Dalam berbagai kesempatan bertemu menteri agama, menteri pendidikan tinggi, dan pejabat tinggi Suriah lainnya, Djoko mengupayakan agar para pelajar Indonesia mendapatkan izin tinggal dan terjamin keselamatannya. Duta besar Iran untuk Suriah menerima penghargaan serupa.

Indonesia dan Iran sama-sama mendukung rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad. Kalau Indonesia menyokong dalam bentuk diplomasi agar konflik diselesaikan lewat perundingan, Iran memberi bantuan militer dan mengirim pasukan buat menumpas pemberontakan.

Wisuda Institut Tinggi Syam ini diikuti oleh dua ratus mahasiswa gabungan dari tiga perguruan, yaitu Mujamma Syekh Ahmad Kuftaro, Mujamma Fatah Islami, dan Mujamma Ruqayyah. Tiga mahasiswa Indonesia dari Mujamma Syekh Ahmad Kuftaro juga ikut diwisuda adalah Muklas Hamdi Rais (Banten), Henri Toga Sinaga (Sumatera Utara), dan Fauzan Asim (Aceh).

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto dalam serah terima dua mobil ambulans, merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Suriah, di Ibu Kota Damaskus, Suriah, 26 Juli 2017. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

Indonesia serahkan dua ambulans bagi rakyat Suriah

Bantuan kemanusiaan untuk Suriah sudah dirintis sejak dua tahun lalu.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS pernah minta maaf karena serang tentara Israel

Israel memiliki saluran komunikasi terbuka dengan sel ISIS beroperasi di Golan.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiullah Muhamnadi dan Duta Besar Rusia buat Indonesia Mikhail Galuzin dalam diskusi soal Perang Suriah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 26 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran: Kami sokong Assad bukan karena dia Syiah

"Percayalah, tentang Sunni dan Syiah adalah propaganda Barat," kata Valullah Muhammadi.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Assad jadikan Rusia bahasa resmi kedua di Suriah

Banyak keluarga Suriah memberikan nama Putin bagi bayi mereka sebagai bentuk terima kasih atas dukungan Rusia.





comments powered by Disqus