kabar

Kaum atheis di Turki tuntut pengosongan kolom agama di kartu identitas

Mereka saban Rabu membagikan sup gratis kepada tuna wisma.

10 November 2015 08:28

Komunitas atheis di Turki telah meluncurkan sebuah petisi meminta perlakuan sama di depan hukum.

"Kami tidak mau diperlakukan seolah kami telah menghina nilai-nilai agama ketika kami mengekspresikan ketidakyakinan kami," kata Asosiasi Atheis Turki dalam petisinya. Mereka mengincar lima ribu tanda tangan.

Kaum atheis menuntut penghapusan pendaftaran otomatis sebagai muslim bagi tiap bayi baru lahir. Mereka juga mendesak penghapusan kolom agama dalam kartu identitas. Permintaan kedua ini pernah menjadi perdebatan di Indonesia.

Kelompok atehis di Turki juga minta agar dibolehkan ikut dalam pertemuan-pertemuan resmi dengan komunitas non-muslim di negara itu.

Asosiasi Atheis Turki dibentuk tahun lalu di Kota Istanbul. Mereka mengklaim sebagai perkumpulan kaum atheis pertama di negara berpenduduk mayoritas muslim.

Pengadilan di Turki Maret lalu memblokir situs resmi asosiasi itu. Putusan ini didasarkan pada pasal 216 Hukum Pidana Turki melarang menghasut orang lain buat membenci dan memusuhi atau menghina komunitas tertentu.

Saban Rabu kaum atheis di Turki membagikan sup gratis kepada kaum tuna wisma.

Hasil jajak pendapat dilansir Eurobarometer lima tahun lalu menyebutkan 94 persen warga Turki mempercayai Tuhan dan dan hanya satu persen atheis.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus