kabar

Pembibitan jihadis di Molenbeek

Islam radikal mulai masuk ke Belgia setelah penyebaran paham Wahabi sampai di negara itu pada 1970-an.

16 November 2015 18:46

Tepat di seberang kanal dari kafe, gedung-gedung perkantoran dan elegan membentuk jantung ibu kota Belgia terdapat kawasan Molenbeek, permukiman muslim telah menjadi salah satu pembibitan kelompok radikal muslim.

Polisi Belgia telah menyerbu daerah itu Sabtu malam dan Ahad subuh lalu. Mereka menangkap tujuh orang diduga mengetahui atau terlibat serangan berdarah di Ibu Kota Paris, Prancis, Jumat pekan lalu.

Mobil Volkswagen Polo berwarna abu-abu disewa para penyerang di Belgia minggu lalu mengarahkan polisi ke Molenbeek. Tiga lelaki bersaudara sedarah tinggal di kawasan ini terlibat dalam Teror Paris. Abdussalam Salah, 26 tahun, berhasil kabur setelah disetop di perbatasan Prancis-Belgia. Ibrahim Salah tewas dalam serangan insiden itu. Sedangkan Muhammad Salah ditangkap Sabtu lalu di Molenbeek, Brussels, Belgia.

"(Tiap kali ada serangan teror) hampir selalu berkaitan dengan Molenbeek. Tentu saja ini masalah sangat besar," kata Perdana Menteri Belgia Charles Michel dalam siaran televisi kemarin pagi. Dia bilang pemerintahnya sudah mengambil langkah-langkah pencegahan. "Tapi perlu tindakan lebih keras lagi. Kami akan berusaha sekuat tenaga."

Bagi para pelancong, sulit meyakini Molenbeek merupakan sarang kaum jihadis. Di kawasan ini terdapat sebuah jalan ramai dipenuhi toko-toko kue kering, bengkel mobi, dan kedai kopi.

Saban Ahad, cuma kaum adam duduk di kafe-kafe menonton pertandingan sepak bola lewat televisi layar lebar sambil minum teh dan kopi. Sebagian warga duduk santai di luar sebuah gereja besar telah ditutup. Wulayah ini dihuni orang-orang Maroko dan Turki merupakan keturunan imigran tiba di Belgia seabad lalu.

Tingkat pengangguran di Molenbeek mencapai 30 atau 40 persen. Pendapatan rata-rata penduduknya jauh di bawah penghasilan kebanyakan warga Belgia. Kawasan ini kumuh: blok lusuh, rumah jelek, dan sekolah-sekolah rusak.

Jauh lebih penting dari itu, kawasan ini berbanding terbalik dengan permukiman kaum tajir lainnya di Brussels. Juga hanya berjarak sekitar 45 menit berjalan kaki dari markas Uni Eropa, barangkali tidak pernah dikunjungi satu pun warga Molenbeek.

Orang-orang telah mempelajari tentang Molenbeek bilang akar Islam radikal sudah tertanam lama di sana. "Faktanya banyak orang di Molenbeek merasa mereka tidak akan berhasil membaur, tidak memiliki kesempatan berusaha. Ini bisa menjadi lahan subur buat perekrutan (teroris)," kata Bilal Benyaich, peneliti senior di lembaga pemikiran Institut Itinera sekaligus koordinator studi Islam radikal di Belgia.

Dia menekankan sel-sel jihadis tumbuh di Brussels sejak 1990-an. Para pelaku pembunuhan Ahmad Syah Masud, pengeboman Madrid 2004, dan penembakan kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, juga terkait jaringan teroris di Belgia. Tahun lalu 46 anggota Sharia4Belgium, lembaga perekrut jihadis untuk bertempur di Suriah, diadili.

Secara per kapita, Belgia merupakan pengekspor jihadis terbesar dari Eropa ke ISIS di Suriah. Hampir 500 orang dari negara ini telah bertempur untuk milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu. Sekitar 130 orang sudah kembali, 77 tewas, dan lebih dari 200 lainnya masih di Suriah.

Setengah abad lalu, gelombang imigran dari Maroko dan Turki tiba di Belgia. Orang-orang pelarian asal Libya dan Mesir menyusul kemudian. Namun pada 1970-an, menurut Benyaich, Arab Saudi dan negara-negara Arab di Teluk Persia lainnya mulai mendanai sekolah-sekolah Islam beraliran keras sehingga menimbulkan ketegangan antara masjid- masjid Wahabi dan masjid Maroko beraliran moderat.

Saat ini ada lebih dari selusin masjid di Molenbeek, terselip di antara bangunan-bangunan tua. Dalam beberapa kasus, kelompok Islam garis keras telah mengambil alih kepengurusan sejumlah masjid.

Banyak pekerjaan di Belgia mensyaratkan bahasa Prancis Flemish, atau kadang Belanda, namun sekarang kadang ada juga menjadikan Inggris sebagai salah satu syarat. Sedangkan sebagian besar imigran berbahasa Arab dan sebagian Prancis. Ini menjegal upaya pembaruan masyarakat.

Flemish merupakan kelompok etnik tinggal di wilayah utara dan barat Belgia.

Benyaich menjelaskan paham Wahabi dari Saudi berhasil mempengaruhi anak-anak imigran mengalami krisis identitas. Dan kini ISIS memanen hasilnya.

Yannick Bochen, menjalankan pusat kegiatan masyarakat di Molenbeeek, mengatakan permukiman ini tidak pernah diperlakukan adil. Dia menegaskan ekstremisme tidak mewakili Molenbeeek.

Benyaich menegaskan pula radikalisme tidak muncul begitu saja. Ia adalah produk dari sebuah sistem.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman ad-Dawisy. (Twitter/@Prisoners of Conscie)

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kesehatan Raja Salman memburuk

Memburuknya kesehatan Raja Salman ini terjadi menjelang pertemuan keluarga besar Bani Saud bakal digelar di Makkah saat hari raya Idul Adha. Raja Salman ingin mendamaikan Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pangeran senior dan berpengaruh.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.





comments powered by Disqus