kabar

Indonesia akan ikut pasukan koalisi anti-ISIS di bawah naungan PBB

Dewan Keamanan PBB hari ini diperkirakan akan memutuskan draf resolusi bikinan Prancis soal penggunaan segala cara buat menumpas ISIS.

20 November 2015 11:43

Indonesia menyatakan bakal ikut pasukan koalisi anti-ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) bila berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kita hanya mengirim pasukan jika misi di bawah naungan PBB," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hari ini kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp. Pernyataannya ini muncul di tengah beredarnya draf resolusi bikinan Prancis di kalangan anggota Dewan Keamanan PBB.

Draf itu menyebut ISIS merupakan ancaman global dan belum pernah terjadi terhadap perdamaian dan keamanan internasional. "Karena itu, Dewan Keamanan memberi wewenang untuk memerangi dengan segala cara ancaman atas perdamaian dan keamanan internasional belum pernah terjadi ini."

Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre bilang masyarakat internasional telah menyadari soal ancaman ISIS ini. "Ini tanggung jawab politik kita bersama, sebab itu Dewan Keamanan mesti mengesahkan draf resolusi ini," ujarnya.

Proses pemungutan suara di Dewan keamanan beranggotakan 15 negara, termasuk lima negara pemegang hak veto - Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, dan Cina, diperkirakan berlangsung hari ini. Draf itu muncul setelah ISIS pekan lalu melancarkan serangan teror di Ibu Kota Paris, Prancis, menewaskan seratusan orang dan melukai tiga ratusan lainnya.

Dua hari setelah kejadian, jet-jet tempur Prancis menggempur basis ISIS di Raqqah, utara Suriah.

Sejatinya sudah ada pasukan koalisi anti-ISIS dipimpin Amerika sejak Agustus tahun lalu. Tapi ini di luar mandat PBB.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Polisi perempuan Libanon di Kota Brummana bercelana pendek buat menggaet lebih banyak turis asing datang. (Screengrab)

Satu perempuan Bali luka ringan akibat ledakan di Beirut

Ni Nengah Erawati bekerja di sebuah spa Bali kawasan Jal al-Dib.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam ledakan hebat di Beirut

Kementerian Kesehatan Libanon mengungkapkan setidaknya 78 orang tewas dan empat ribu lainnya cedera.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.342 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 281.435 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 29.140 orang, termasuk 535 meninggal.





comments powered by Disqus