kabar

Pengaruh Arab Saudi dalam radikalisme Islam di Belgia

Arab Saudi bermuka dua: mau bergabung dengan Barat buat memerangi rezim Syiah di Iran, tapi berideologi ekspansionis untuk menyebarluaskan paham Wahabi mereka anut.

24 November 2015 11:11

Ada banyak alasan kenapa Belgia menjadi sarang Islam radikal di Eropa. Sebagian jawaban menyebut soal pengiriman ulama-ulama Wahabi dari Arab Saudi ke negara itu sejak 1960-an.

Untuk mengamankan kontrak minyak, Raja Baudouin dari Belgia menawarkan kepada Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz, berkunjung ke Ibu Kota Brussels pada 1967: Belgia bakal membangun sebuah masjid di ibu kota dan memakai para ulama terlatih dari negara Kabah itu.

Waktu itu Belgia mendorong para pekerja dari Maroko dan Turki untuk datang ke negara itu sebagai buruh berupah murah. Kesepakatan dicapai dua raja itu adalah membikin masjid itu pusat ibadah dan kegiatan Islam terbesar di Belgia.

Brussels sudah memiliki tempat sempurna untuk dijadikan masjid. Sebuah paviliun oriental dirancang arsitek Belgia Ernest Van Humbeek. Bangunan ini berdiri di taman Cinquantenaire sejak 1879 tapi kemudian tidak dipakai lagi.

Perjanjian pada 1967 itu menggratiskan Arab Saudi dari biaya sewa selama 99 tahun. Paviliun ini lantas diubah lagi oleh Saudi dan diresmikan pada 1978 sebagai Masjid Agung Brussels sekaligus Pusat Kebudayaan Islam Belgia.

Meski masjid itu diperlakukan sebagai suara resmi kaum muslim di Belgia, namun para ulama radikal berpaham Wahabi mengajarkan ajaran Islam bertolak belakang dengan Islam dianut kaum imigran muslim di negara itu. Saat ini terdapat sekitar 600 ribu orang Maroko dan Turki di negara berpenduduk sebelas juta itu.

"Komunitas Maroko berasal dari mazhab Maliki dan jauh lebih toleran serta terbuka ketimbang orang Islam dari wilayah Teluk Persia, seperti Arab Saudi," kata George Dallemagne, anggota parlemen Belgia dari kelompok oposisi.

Sayangnya, menurut dia, banyak dari orang Maroko itu seperti diislamkan kembali oleh ulama-ulama radikal beraliran Wahabi mengajar di Masjid Agung Brussels. "Beberapa orang Maroko bahkan menerima beasiswa untuk belajar di Madinah, Arab Saudi."

Paham Wahabi mengklaim sebagai ajaran Islam murni sesuai diajarkan Nabi Muhammad. Mereka menganggap Syiah sesat dan bahkan menyesatkan tradisi Sunni, seperti ziarah kubur, maulid nabi, dan tahlilan. Bagi kaum Wahabi, darah non-muslim halal ditumpahkan.

Dallemagne bilang ajaran radikal ulama-ulama Saudi itu telah menghalangi imigran Maroko membaur di Belgia. Karena itu dia menuding Arab Saudi bermuka dua: mau bergabung dengan Barat buat memerangi rezim Syiah di Iran, tapi berideologi ekspansionis untuk menyebarluaskan paham Wahabi mereka anut.

Dia telah menggagas banyak rancangan beleid untuk mengurangi hubungan dengan Arab Saudi dan memutus pengaruh Wahabi di Belgia. "Kita tidak bisa berdialog dengan negara ingin membikin kita tidak stabil," ujarnya.

Dia berharap Teror Paris melibatkan tiga warga muslim dari Belgia tinggal di kawasan Molenbeek, Brussels, kian membuka mata pemerintah soal betapa buruknya paham Wahabi disebar Saudi.

Menurut bocoran kabel diplomatik dilansir WikiLeaks, pemerintah Belgia beberapa tahun lalu mengusir Khalid al-Abri, staf Kedutaan besar Arab Saudi di Brussels, karena aktif menyebarkan dogma takfiri (gampang mengkafirkan orang lain karena berbeda ajaran Islam).

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.881 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 87.142 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.595 orang, termasuk 224 meninggal.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Ketambahan 1.877 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 85.261 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 15.431 orang, termasuk 220 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.





comments powered by Disqus