kabar

Rencana kehadiran ulama kontroversial asal Saudi picu polemik

Syekh Muhammad al-Arifi pernah mengharamkan anak perempuan duduk sendirian dengan ayahnya karena bisa diperkosa.

25 November 2015 01:32

Dia dijadwalkan memberikan ceramah dalam acara tabligh akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, 17 Januari 2016. Namun rencana kehadiran ulama asal Arab Saudi ini sudah memicu polemik.

Dia adalah Syekh Muhammad bin Abdurrahman al-Arifi, profesor di Universitas Raja Saud di Ibu Kota Riyadh. Dia juga imam Masjid Akademi Raja Fahad dan mantan murid dari mendiang Mufti Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz.

Syekh Muhammad al-Arifi kerap memicu kontroversi lantaran pernyataan dan fatwa-fatwanya menyebar kebencian atau menggelikan. Karena suka bikin polemik, dia sungguh tersohor. Hingga kini dia memiliki 16 juta pengikut di Facebook dan 13,4 juta di Twitter.

Kepada stasiun televisi Al-Jazeera pada Februari 2013, lelaki 45 tahun ini menyerukan seluruh kaum muslim untuk berjihad ke Suriah dan mendukung Al-Qaidah. Setahun kemudian dia membantah pernah bilang seperti itu.

Pada 2012 lewat akun Twitternya dia menghasut rakyat Kuwait untuk memberontak dengan alasan Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad al-Jabir as-Sabah tidak layak berkuasa. Karena kicauan itu mengundang kemarahan di Kuwait, dia menjilat ludahnya sendiri.

Pemerintah Saudi pada Juli 2013 memenjarakan dia karena mengkritik kudeta militer di Mesir melalui YouTube. Dia juga dilarang melawat ke Ibu Kota Doha, Qatar, untuk berceramah di sana.

Pada Oktober 2014, dia ditahan 40 hari lantaran bilang jaringan kereta menghubungkan Makkah dengan tempat ziarah lainnya salah satu terburuk sejagat.

Dia juga sering menghasut orang untuk menyebar kebencian terhadap kaum Syiah, seperti kebiasaan kebanyakan ulama Wahabi. Karena itulah Inggris tahun lalu melarang dia masuk. Kebijakan serupa juga diambil Swiss.

Syekh Arifi juga pernah mengeluarkan fatwa menggelikan. Dia melarang anak perempuan duduk sendirian bareng ayahnya karena bisa saja diperkosa. Dia pernah mengharamkan MBC3, stasiun televisi kartun khusus anak-anak, dengan alasan tontotan itu mengajarkan atheisme dan korupsi.

Karena kontroversi kerap dia buat, rencana kedatangannya ke Jakarta juga ditolak sebagian orang. Petisi menolak kedatangan Syekh Arifi sudah diunggah ke situs change.org oleh Mukhlisin Akhlis dari Tangerang dan hingga berita ini dilansir sudah diteken 2.887 orang.

Pemerintah sampai sekarang belum memutuskan apakah bakal mengizinkan dia datang. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir masih bungkam saat dihubungi lewat telepon dan pesan WhatsApp.

Sunarko, Kuasa Usaha KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Riyadh, mengatakan sampai sekarang belum ada pengajuan visa atas nama Syekh Muhammad al-Arifi. "Pemberian visa kewenangan pemerintah pusat, dalam pelaksanaannya lebih dulu dikoordinasikan dengan instansi dan pihak-pihak terkait," katanya kepada Albalad.co hari ini melalui WhatsApp.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus