kabar

Arab Saudi bakal laksanakan pemancungan massal

Sebanyak 52 lelaki akan dipenggal sekaligus di hari yang sama, kemungkinan sehabis salat Jumat pekan depan.

27 November 2015 12:51

Dalam beberapa hari mendatang, kemungkinan sehabis salat Jumat pekan depan, Arab Saudi bakal melaksanakan pemancungan massal terhadap 52 lelaki. Pelaksanaan hukuman mati ini bakal berlangsung di beragam wilayah di negara Kabah itu.

Kabar mengejutkan itu dilansir surat kabar Okaz, memiliki hubungan dekat dengan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Mengutip sejumlah sumber, koran ini meyakinkan keluarga terpidana mati dan organisasi-organisasi pemantau hak asasi manusia, hukuman mati itu tidak mungkin dihindari.

Negeri Dua Kota Suci itu sudah mendapat sorotan internasional lantaran sepanjang tahun ini sudah memenggal 151 orang.

Terpidana mati itu, termasuk tiga pemuda masih berusia di bawah 18 tahun saat ditangkap. Dari 52 orang bakal dipenggal itu, tujuh di antaranya adalah penganut Syiah dari kawasan Al-Awamiyah di Provinsi Timur kaya minyak. Ulama tersohor Syiah, Syekh Nimr an-Nimr, dibekuk usai baku tembak dengan pasukan keamanan Arab Saudi pada 2012, termasuk yang akan dipancung.

Kaum minoritas Syiah di Arab Saudi selama ini memprotes tindakan diskriminatif dilakukan rezim Wahabi berkuasa sejak negara itu berdiri.

Rencana pelaksanaan hukuman mati massal itu berlangsung di tengah persaingan antara Putera Mahkota sekaligus Menteri Dalam Negeri Pangeran Muhammad bin Nayif dengan Wakil Putera Mahkota dan Menteri Pertahanan Pangeran Muhammad bin Salman. Anak raja baru berusia 30 tahun ini juga menjabat kepala protokoler istana serta ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

Saad al-Faqih, warga Arab Saudi pengkritik keluarga kerajaan dan tinggal di Ibu Kota London, Inggris, memastikan laporan Okaz itu benar karena sudah mendapat izin dari Pangeran Muhammad bin Nayif.

Dia menilai 52 orang bakal dipancung di hari yang sama itu sekadar pion dalam pertarungan politik dua gajah. "Muhammad bin Salman telah merampas segalanya," kata Faqih. "Muhammad bin Nayif ingin menunjukkan dia juga sama berkuasanya dengan membunuh 52 orang sekaligus."

Faqih menambahkan termasuk yang akan dipancung adalah para penyokong milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) serta Al-Qaidah.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus