kabar

Ulama Saudi haramkan bikin patung makhluk hidup dari salju

Alasannya, perbuatan itu sebagai upaya menyamai kekuasaan dan hak prerogatif Allah dalam menciptakan makhluk.

12 Januari 2015 19:39

Seorang ulama di Arab Saudi mengharamkan membikin orang-orangan atau patung hewan dari salju. Alasannya, perbuatan itu tidak dibenarkan menurut ajaran Islam.

Muhammad Saleh al-Minjad menjelaskan yang boleh dibuat adalah makhluk tidak bernyawa, seperti kapal, buah-buahan, atau bangunan, seperti dilansir Gulf News.

Ulama memang berbeda pendapat. Sebagian mengharamkan melukis, membuat patung, atau bahkan sekadar memajang makhluk hidup karena alasan akidah. Sebab perbuatan itu seperti upaya menyamai kekuasaan dan hak prerogatif Allah. Sebagian lagi membolehkan.

Namun tidak disebutkan mulai kapan fatwa bikinan Muhammad Saleh itu berlaku. Juga belum ada komentar dari pemerintah. Tiap ulama di Saudi memang berhak mengeluarkan fatwa atas sebuah kasus dan mereka dibenarkan oleh hukum di negara Dua Kota Suci itu.

Para pengguna sosial pun langsung bereaksi atas fatwa haram itu. Ada yang setuju, sebagian lagi menolak. "Memang hal itu tidak ada dalam tradisi kita dan orang begitu mengagumi Barat mestinya menyamai atau melebihi penemuan atau ilmu pengetahuan mereka, bukan budaya mereka," kata seorang narablog.

Pengguna media sosial lainnya menyebut fatwa dari Muhammad Saleh itu seperti ingin merampok kesenangan orang bermain dengan salju. "Kelihatannya yang tersisa buat kita hanya duduk dan minum kopi saja."

Saudi - termasuk negara bershuhu paling panas kedua sejagat - bulan ini dilanda badai salju Huda. Kejadian ini berlangsung di Tabuk, sekitar seribu kilometer barat daya Ibu Kota Riyadh.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.

Rekaman video menunjukkan seorang lelaki Arab Saudi tengah mencuci tangan tamunya pakai madu. (YouTube)

Lelaki Arab Saudi cuci tangan tamu pakai madu

"Mereka sedang menunjukkan kelakukan kekanakan."





comments powered by Disqus