kabar

Badan intelijen Jerman sebut Arab Saudi kian arogan

BND menegaskan Arab Saudi menaikkan persiapannya untuk mengambil risiko militer, politik, dan keuangan buat memastikan tidak kehilangan pengaruh di kawasan.

03 Desember 2015 09:05

Dalam sebuah pernyataan publik tidak lazim, dinas rahasia luar negeri Jerman BND (Bundesnachrichtendienst) mencemaskan Arab Saudi kini menjadi negara arogan dalam kebijakan luar negerinya, setelah Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman kian berkuasa.

Selain menjabat menteri pertahanan, putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini juga mengepalai komite kebijakan ekonomi.

BND kemarin melansir laporan satu setengah halaman bertajuk "Arab Saudi - kekuatan Sunni regional tercabik-cabik antara perubahan paradigma kebijakan luar negeri dan konsolidasi kebijakan domestik" kepada media setempat.

BND bilang negara pengekspor minyak nomor satu di dunia itu telah kehilangan kepercayaan atas Amerika Serikat sebagai penjamin tatanan di Timur Tengah. Mereka memandang Riyadh kelihatan siap bersaing dengan Iran di kawasan.

Sejak Raja Salman naik takhta Januari lalu, Arab Saudi membentuk pasukan koalisi Arab buat menumpas pemberontak Syiah dukungan Iran di Yaman, meningkatkan sokongan bagi pemberontak Suriah, membikin perubahan-perubahan besar dalam suksesi.

Negara Kabah ini sudah lama memandang Iran sebagai penyebab ketidakstabilan di Timur Tengah. Di bawah kendali Raja Salman, Arab Saudi menjadi kian keras bersaing dengan negeri Mullah itu.

BND menekankan upaya dari kedua negara itu dalam menentukan perkembangan di Suriah, Libanon, Bahrain, dan Irak. BND menegaskan Arab Saudi menaikkan persiapannya untuk mengambil risiko militer, politik, dan keuangan buat memastikan tidak kehilangan pengaruh di kawasan.

"Karena itulah, sikap hati-hati dianut para pengeran sepuh dalam keluarga kerajaan telah diganti dengan kebijakan campur tangan semaunya," kata BND, seraya menambahkan Arab Saudi masih berkomitmen buat menumbangkan Presiden Suriah Basyar al-Assad.

Iran, sekutu Assad, menuding Arab Saudi sebagai penyebab ketidakstabilan di Timur Tengah karena mendukung pemberontak Suriah dan melakukan intervensi militer di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Seorang tentara Libanon todong pasukan Israel agar tidak lewati batas kedua negara

Tentara Libanon tidak disebut namanya ini berteriak ke arah pasukan Israel, "Mundur ke belakang pohon, jangan lewati tapal batas."

18 Desember 2018

TERSOHOR