kabar

Korban tewas Tragedi Mina 2.411 orang

"Benar-benar memalukan bagi Saudi untuk mengakui mereka lalai dalam mengatur ibadah haji lantaran gelar Raja Salman adalah Pelindung Dua Masjid Suci."

11 Desember 2015 09:37

Hasil terbaru penyelidikan dilakoni kantor berita Associated Press menunjukkan tragedi Mina berlangsung di hari raya Idul Adha, 24 September lalu, telah menewaskan 2.411 orang.

Angka itu hasil dari laporan media resmi dan komentar pejabat dari 36 negara. Sedangkan jamaah haji tahun ini berasal dari 180 lebih negara. Jika benar, berarti tragedi Mina tahun ini terburuk sepanjang sejarah pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima itu.

"Data itu kami peroleh dari sumber-sumber dan media resmi," kata Jon Gambrell, koresponden Associated Press di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. "Pihak Saudi hingga kini belum mengatakan apa-apa. Mereka bilang investigasi masih berlangsung."

Tiga bulan setelah petaka Mina, Arab Saudi belum menjelaskan hasil penyelidikan oleh komite investigasi mereka bentuk. Sampai sekarang mereka masih bertahan dengan kesimpulan musibah itu menewaskan 769 orang. Namun negara Kabah ini ketahuan berbohong setelah memberikan sekitar 1.100 foto korban meninggal kepada para diplomat untuk proses identifikasi.

Hingga kini pula, Arab Saudi belum meminta maaf kepada keluarga korban dan kaum muslim sejagat atas peristiwa nahas itu, seperti dituntut oleh Iran, musuh bebuyutan mereka di Timur Tengah. Negeri Mullah ini juga memiliki korban terbanyak dalam bencana Mina itu, yakni paling tidak 464 jamaahnya tewas.

Teheran juga mendesak digelarnya pengadilan internasional terhadap pihak bertanggung jawab atas pelaksanaan haji. Kalau ini diwujudkan, ada tiga orang di Arab Saudi mesti diadili, yakni Raja Salman bin Abdul Aziz, Pangeran Muhammad bin Nayif (Putera Mahkota sekaligus Menteri Dalam Negeri), dan Pangeran Khalid al-Faisal (Gubernur Makkah dan Ketua Komite Haji Arab Saudi).

Bungkamnya Saudi ini wajar saja, menurut Bruce O. Riedel dari lembaga kajian Brookings Intitution. "Benar-benar memalukan bagi Saudi untuk mengakui mereka lalai dalam mengatur ibadah haji lantaran gelar Raja Salman adalah Pelindung Dua Masjid Suci (Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah)," ujarnya. "Kemampuan mereka dipertanyakan."

Petaka Mina ini terjadi hanya dua pekan setelah sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Chulan binti Kasim, jamaah haji asal Sumatera Barat mengalami cedera dalam Tragedi Mina pada 24 September 2015, dipulangkan ke Indonesia. Dia dijadwalkan tiba di Jakarta pada 1 Mei 2016. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Arab Saudi pulangkan satu jamaah haji Indonesia korban Tragedi Mina

Chulan binti Kasim akan menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta.

Jamaah korban tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015, dibaringkan di jalan. (Al-Jazeera)

Jamaah haji wafat dalam tragedi Mina bertambah menjadi 2.177 orang

Arab Saudi masih berkukuh petaka Mina menewaskan 769 orang dan melukai 934 lainnya.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban meninggal dalam tragedi Mina bertambah menjadi 1.621 orang

"Kalau pelaksanaan haji sukses itu berkat upaya pemerintah dan bila ada kesalahan itu kehendak Tuhan," sindir seorang pegiat hak asasi manusia di Arab Saudi.

Petugas mengevakuasi jamaah perempuan luka dalam tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015. (Arab News)

Pangeran Turki al-Faisal: Manajemen haji hak kedaulatan Arab Saudi

Saudi menolak internasionalisasi penyelenggaraan ibadah haji.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

15 Agustus 2018

TERSOHOR