kabar

Putra Qaddafi diculik di Libanon

Kejadian ini terkait kasus hilangnya ulama Syiah saat melawat ke Tripoli pada 1978.

12 Desember 2015 04:17

Sebuah kelompok militan di Libanon telah menculik Hannibal Qaddafi, putra dari mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi. Kasus ini terkait peristiwa hilangnya ulama Syiah asal Libanon saat berkunjung ke Libya lebih dari tiga dasawarsa lalu.

Hannibal muncul dalam sebuah rekaman video ditayangkan televisi setempat Al-Jadeed Jumat lalu. Dia bilang siapa saja memiliki informasi soal nasib Imam Musa as-Sadr agar memberitahu.

Dalam video berdurasi dua menit itu, wajah Hannibal kelihatan habis dipukuli dan daerah sekitarmatanya hitam. Namun dia bilang dalam kondisi sehat, gembira, dan santai.

Tidak jelas kapan Hannibal, menikah dengan perempuan Libanon, diculik, tapi diyakini peristiwa itu terjadi Kamis lalu. Hingga kini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas penculikan lelaki 40 tahun ini.

Namun beberapa jam setelah tayangan video itu, pemerintah Libanon menjelaskan Hannibal sudah dibebaskan dan sekarang di tangan aparat keamanan.

Musa Sadr, salah satu ulama Syiah tersohor di Libanon pada abad ke-20, hilang bareng dua orang lainnya, saat melawat ke Ibu Kota Tripoli, Libya, pada 1978. Libanon menyalahkan Muammar Qaddafi atas kejadian ini.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus