kabar

34 negara muslim bentuk aliansi militer antiteror

Dipimpin oleh Arab Saudi dan tidak hanya berfokus memerangi ISIS.

15 Desember 2015 14:47

Sebanyak 34 negara muslim dipimpin Arab Saudi bersepakat membentuk aliansi militer untuk memerangi terorisme di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

"Negara-negara disebut di sini telah memutuskan membentuk sebuah aliansi militer dipimpin Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi bersama di Riyadh untuk mengatur dan mendukung operasi militer," kata 34 negara itu dalam pernyataan bersama dilansir Saudi Press Agency hari ini. Sedangkan lebih dari sepuluh negara muslim lainnya, termasuk Indonesia, telah menyatakan dukungan atas pembentukan aliansi ini.

Negara-negara itu menyatakan adalah sebuah kewajiban untuk melindungi negara-negara Islam dari semua kelompok teroris, apapun sekte dan nama mereka gunakan, karena mereka telah menimbulkan kematian dan kerusakan di bumi, dan mereka bertujuan meneror warga sipil.

Aliansi militer ini beranggotakan Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Komoros, Qatar, Pantai Gading, Kuwait, Libanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria, Yaman.

Namun aliansi itu tidak memasukkan Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi di Timur Tengah, Irak, dan Suriah. Kedua negara ini satu poros dengan Teheran.

Dalam jumpa pers, tidak lazim digelar di Arab Saudi, Wakil Putera Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Pangeran Muhammad bin Salman menjelaskan aliansi ini akan mengkoordinasikan segala upaya untuk memberantas terorisme di Irak, Suriah, Libya, Mesir dan Afghanistan. Untuk melaksanakan operasi militer di Suriah dan Irak, dia bilang perlu pula berkoordinasi dengan negara-negara besar dan organisasi internasinal.

Ketika ditanya apakah aliansi militer 34 negara muslim ini bakal berfokus memerangi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan koalisi ini tidak hanya menghadapi kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu tapi, "Semua kelompok teroris muncul di hadapan kita."

Arab Saudi bersama lima negara Arab Teluk lainnya selama sembilan bulan belakangan menggempur milisi Syiah Al-Hutiyun dukungan Iran di Yaman.

ISIS telah bersumpah menggulingkan rezim kerajaan di enam negara Arab Teluk - yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - sudah melancarkan serangkaian serangan atas sejumlah masjid Syiah dan pasukan keamanan di Kuwait dan Arab Saudi.

Wakil pemimpin ISIS Sami Jasim Muhammad al-Jaburi alias Haji Hamid. (Center for Global Policy)

Irak tewaskan wakil pemimpin ISIS

Haji Hamid juga bertugas mengelola keuangan ISIS.

Amerika menghargai pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi seharga US$ 10 juta (US State Department)

Pemimpin ISIS sekarang eks informan Amerika

Pada satu sesi pemeriksaan, dia memberitahu nomor telepon 19 pentolan ISI dan berapa jumlah uang mereka hasilkan buat milisi itu.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap pada 30 Maret 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap di Masjid Al-Haram

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui identitas dan asal negara pendukung ISIS ditangkap di Masjid Al-Haram itu.

Pemimpin ISIS wilayah Irak Abu Yasir al-Isawi tewas oleh serangan pasukan antiteror Irak pada 27 Januari 2021 di Kota Daquq, Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Twitter)

Pemimpin ISIS wilayah Irak tewas

Abu Yasir, 39 tahun, adalah orang asli dari Falujah, kota di Provinsi Anbar berjarak sekitar 60 kilometer sebelah barat Baghdad.





comments powered by Disqus