kabar

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

15 Desember 2015 22:09

Mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani melanggar pantangan lantaran berbicara secara terbuka soal suksesi pemimpin tertinggi di negaranya. Dia bilang Dewan Ahli sedang mempelajari sejumlah calon pengganti Ayatullah Ali Khamenei.

Khamenei, 75 tahun, tahun lalu menjalani operasi kanker prostat. Dia merupakan pemimpin tertinggi Iran kedua, menggantikan Ayatullah Khomeini meninggal pada 1989, sejak Republik Islam Iran terbentuk pada 1979.

"Dewan Ahli akan bertindak ketika seorang pemimpin baru perlu ditunjuk. Mereka sedang mempersiapkan hal itu sekarang dan tengah mempelajari sejumlah calon," kata Rafsanjani, sekutu Presiden Iran Hasan Rouhani, seperti dikutip kantor berita ILNA Ahad lalu."

Dewan Ahli beranggotakan 82 ulama ini bertugas memilih, mengawwasi, dan bahkan memberhentikan pemimpin tertinggi Iran. Anggotanya dipilih saban sepuluh tahun.

Pemimpin tertinggi di negara Mullah itu - biasanya dijabat seumur hidup - juga panglima tertinggi angkatan bersenjata. Dia berwenang mengangkat ketua mahkamah agung. Posisi-posisi kunci dalam kabinet dipiih atas persetujuannya.

Dia merupakan penentu terakhir mengenai kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran. Sedangkan presiden memiliki kekuasaan lebih kecil.

Rafsanjani mengatakan bila memang dibutuhkan, Dewan Ahli akan terbuka soal memilih dewan pemimpin tertinggi ketimbang satu orang.

Pekan lalu, Hasan Khomeini, cucu dari mendiang Ayatullah Khomeini, pendiri Revolusi Islam 1979, menyatakan bakal maju dalam pemilihan umum Februari tahun depan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengunjungi keluarga mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di rumahnya di Ibu Kota Teheran, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Khamenei larang Iran impor vaksin Covid-19 dari Amerika dan Inggris

Hingga hari ini, sudah 1.274.514 orang terinfeksi Covid-19 di Iran, termasuk 56.018 korban meninggal.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menangis sesenggukan saat memimpin salat jenazah komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Januari 2020. (Sky News)

Kesehatan Khamenei memburuk, wewenang dan tugasnya dialihkan kepada putranya

Enam tahun lalu, Khamenei pernah menjalani operasi karena menderita kanker prostat.

Maysam Khamenei (bersorban hitam), putra bungsu dari pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Twitter)

Besan dari pemimpin tertinggi Iran meninggal karena Covid-19

Sampai hari ini, terdapat 24.811 orang terinfeksi Covid-19 di negara Mullah itu, termasuk 1.934 yang meninggal.   

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menangis sesenggukan saat memimpin salat jenazah komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Januari 2020. (Sky News)

Khamenei menangis sesenggukan saat salati jenazah Sulaimani

"Kehilangan Sulaimani sangat menyakitkan," kata Khamenei kemarin.





comments powered by Disqus