kabar

Dua pangeran dari Qatar diculik saat berburu elang di Irak

Keduanya termasuk dalam rombongan 26 pemburu elang asal Qatar.

17 Desember 2015 21:41

Sekitar seratus anggota milisi menculik 26 warga Qatar, termasuk dua pangeran, tengah berburu elang di selatan Irak. Namun identitas dari dua anggta keluarga Kerajaan Qatar itu belum diketahui.

Orang-orang Arab tajir dari kawasan Teluk Persia memang gemar berburu elang. Selain Irak, tujuan perburuan biasanya wilayah Afrika Utara.

Penculikan ini berlangsung kemarin pukul tiga dini hari di daerah Busaya, Gurun Samawah, Provinsi Muthanna, dekat dengan perbatasan Arab Saudi. Lokasinya berjarak sekitar 370 kilometer dari Ibu Kota Baghdad. "Penculikan itu dilakukan sekitar seratus orang datang dengan 50 mobil SUV dilengapi senapan mesin," kata Gubernur Muthanna Falih Hasan az-Zayadi.

Dua tentara mengawal rombongan pemburu dari Qatar ini juga ikut diculik namun akhirnya dibebaskan. Hingga kini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Qatar telah mengirim Asisten Menteri Luar Negeri Bidang Politik Muhammad bin Abdullah ar-Rumaihi ke Baghdad dan bersama Duta Besar Qatar buat Irak Zayid al-Khayarin akan berkoordinasi dengan pemerintah Irak dalam usaha membebaskan semua sandera.

Lewat pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Qatar bilang rombongan 26 pemburu elang itu sudah mendapat izin resmi dari pemerintah Irak. Tapi sejumlah orang Irak mempertanyakan alasan membolehkan warga asing berburu elang di negara Dua Sungai itu.

"Saya mempunyai banyak teman saban tahun datang ke Irak untuk berburu dan menikmati kunjungan," kata Saud Abdul Aziz, pemburu elang asal Irak. "Tapi sebagian berhenti datang ke sini karena situasi keamanan."

Tidak peduli siapa pelakunya, penculikan ini untuk menekan Qatar terkait sikap mereka dalam konflik di Timur Tengah. Negara Arab superkaya di Teluk Persia ini merupakan sekutu Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Qatar menyokong pemberontak Suriah ingin menggulingkan rezim Presiden Basyar al-Assad. mereka juga ikut pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi sudah sembilan bulan terakhir memerangi pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Qatar pun bergabung dengan aliansi antiteror baru dibikin negara Kabah itu pekan ini.

Pegasus, virus telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Tiga negara Arab Teluk pakai virus komputer bikinan Israel buat mata-matai warganya

Ada enam operator secara luas menggunakan Pegasus di kawasan Arab Teluk, termasuk dua operator di UEA dan masing-masing satu operator di Arab Saudi serta Bahrain.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

Kelompok bersenjata serang parade militer Iran, 25 orang tewas

Pada 7 Juni tahun lalu, ISIS mengklaim serangan terhadap gedung parlemen dan makam Imam Khomeini, menewaskan 18 orang dan mencederai lebih dari 50 lainnya.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Sidang lanjutan atas Syekh Salman al-Audah digelar awal bulan depan

Syekh Salman dan dua ulama ternama lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari telah dituntut hukuman mati.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah umrah boleh pelesiran ke kota-kota lain di Arab Saudi

Jumlah jamaah umrah hingga akhir Syawal lalu mencapai 8,5 juta orang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tiga negara Arab Teluk pakai virus komputer bikinan Israel buat mata-matai warganya

Ada enam operator secara luas menggunakan Pegasus di kawasan Arab Teluk, termasuk dua operator di UEA dan masing-masing satu operator di Arab Saudi serta Bahrain.

23 September 2018

TERSOHOR