kabar

Libanon akan ekspor sampah

Libanon mengalami krisis sampah sejak tempat pembuangan akhir di Beirut ditutup Juli lalu.

22 Desember 2015 17:51

Dalam rapat berlangsung kemarin, kabinet Libanon menyetujui rencana mengekspor sampah sebagai cara untuk menyelesaikan krisis telah memicu gelombang demonstrasi besar-besaran menuntut pemerintah mundur.

Pemerintah Libanon telah memberikan kontrak 18 bulan kepada dua perusahaan asing untuk mengangkut gunungan sampah keluar dari Libanon melalui laut. Rencana itu mestinya dimulai bulan ini setelah kedua perusahaan itu menyepakati bayaran ditawarkan pemerintah.

Perdana Menteri Libanon Tamam Salam pernah mengungkapkan rasa frustasinya akibat kegagalan kabinetnya menyelesaikan krisis sampah setelah tempat pembuangan akhir di Ibu Kota Beirut ditutup Juli lalu.

"Ini sebuah petaka akibat dari kelalaian bertahun-tahun," kata Salam dalam jumpa pers sehabis sidang kabinet kemarin. "Kami harus menyelesaikan persoalan itu karena negara ini dibayangi kekacauan dalam konteks ketegangan politik."

Salam sebelumnya mengancam berhenti setelah para pengunjuk rasa tadinya menuntut solusi krisis sampah beralih mendesak pemerintah membubarkan diri.

Protes massal itu berlangsung secara independen tanpa campur tangan partai-partai sektarian.

Krisis sampah membuka pula persoalan lebih besar membelit Libanon.

Tidak berdayanya negara telah menghambat proses pembangunan, termasuk masalah infrastuktur. Beirut masih kerap dilanda pemadaman listrik, seperempat abad setelah berakhirnya perang saudara 1975-1990.

Pemerintah kian lunglai sejak meletupnya perang di Suriah. Konflik bersenjata di negara tetangga itu sudah memperburuk perpecahan politik atas nama sektarian telah mengakar di Libanon.

Ahmad az-Zuabi, 14 tahun, bocah pengungsi asal Suriah, tewas terjatuh karena dikejar polisi di Beirut. Dia dituduh mencuri. (Al-Arabiya)

Bocah pengungsi Suriah tewas terjatuh karena dikejar polisi Libanon

Ahmad dituduh maling tapi tidak ada penjelasan barang apa, di mana, dan kapan dia mencuri.

Sopir ambulans sedang memberi makan kucing liar di Kota Aleppo, Suriah. (Ilustrasi/World Bulletin)

Wali kota Yerusalem alokasikan US$ 27 ribu setahun buat kasih makan kucing liar

Pemerintah kota akan membangun sejumlah tempat makan bagi kucing jalanan.

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Amari. (Twitter)

Ulama Arab Saudi meninggal karena disiksa dalam penjara

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjabat putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi getol menangkapi para pembangkang.

Revolusi di Sudan menuntut Presiden Umar al-Basyir mundur meletup sejak 19 Desember 2018. (Twitter)

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus