kabar

Bersimpati atas guru idap kanker, ratusan pelajar Iran gunduli kepala

"Saya begitu gembira memiliki cinta dan kasih sayang dari murid-murid saya," ujar Muhammad Reza Ghaderi.

15 Januari 2015 10:20

Beginilah salah satu bukti kecintaan para pelajar di Iran terhadap guru mereka. Sebanyak 300 murid di Provinsi Hamedan ikhlas mencukur kepala mereka hingga plontos sebagai bentuk simpati terhadap guru kesayangan mereka Muhammad Reza Ghaderi.

"Mereka melakoni itu buat menghormati seorang guru dan seorang juara," kata Abdullah Jafari, pejabat pendidikan di Hamedan, kepada kantor berita Mehr. Dia menyaksikan upacara penggundulan massal itu kemarin pagi.

Foto-foto dilansir media pemerintah menunjukkan Muhammad Reza Ghaderi, mantan atlet balap sepeda tersohor dan pernah beberapa menjadi juara di tingkat nasional pada 1990-an, dikelilingi oleh lusinan muridnya berkepala plontos tengah tersenyum.

Setelah pensiun sebagai atlet, Ghaderi, kini 36 tahun, menjadi guru fisika. Dia sekarang mengajar di Sekolah Ayatullah Masyumi di Hamedan, sekitar 300 kilometer dari Ibu Kota Teheran.

"Saya begitu gembira memiliki cinta dan kasih sayang dari murid-murid saya," ujar Ghaderi seperti dikutip Mehr. "Saya merasa Tuhan telah memberi kehidupan baru bagi saya."

Acara cukur gundul massal ini digelar oleh teman-teman Ghaderi. "Muhammad Reza menggunakan uang dia peroleh dari mengajar untuk membeli bola, sepeda, dan pakaian olahraga buat para pelajarnya. Dia sangat menyayangi mereka," Majir Khezriyan, rekan Ghaderi. "Saya ingin mengangkat semangatnya jadi saya bicara dengan pejabat sekolah dan mereka menyetujui gagasan itu (cukur gundul massal)."

Namun laporan Mehr tidak menyebut jenis kanker diidap Ghaderi.

Kanker merupakan penyakit tertinggi ketiga menimbulkan kematian di Iran. Kepala Pusat Riset Kanker Iran Muhammad Ismail Akbari Januari tahun lalu bilang lalu 41 ribu warga Iran meninggal akibat kanker saban tahun.   Dia menjelaskan terdapat sekitar 85 ribu pengidap kanker tiap tahun. Sekitar 18 persen penderitanya adalah anak-anak dan setengah dari pengidap dijemput ajal.

Tingginya polusi udara akibat pemakaian bahan bakar di bawah standar oleh mobil dan pembangkit listrik diyakini sebagai faktor utama kian meningkatnya jumlah penderita kanker di negara Mullah itu.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."

Coretan di atas potret Ratu Inggris Elizabeth II dalam komplkes Kedutaan Inggris di Ibu Kota Teheran, Iran. Coretan dalam bahasa Parsi ini berbunyi "mampus Inggris." (Channel 2)

Coretan di atas potret ratu

Zarif bilang belum saatnya Amerika mengikuti jejak Inggris membuka kembali kedutaan mereka di Teheran.

Hujan deras di Arab Saudi (SPA)

72 derajat di Iran tapi hujan di Saudi

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

20 Juni 2018

TERSOHOR