kabar

Saudi bangun tembok raksasa di perbatasan Irak

Pembangunan tembok pengaman ini sudah berjalan sejak September tahun lalu.

15 Januari 2015 22:06

Untuk mencegah serangan teror, terutama dari militan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah menguasai sebagian besar wilayah utara Irak, Arab Saudi sudah mulai membangun tembok raksasa di daerah perbatasan dengan negeri 1001 Malam itu.

Serbuan pekan lalu menewaskan tiga tentara perbatasan, termasuk Jenderal Audah al-Bilawi, komandan operasi perbatasan di wilayah utara Saudi. Empat penyerang berhasil dibunuh.

Sejatinya rencana membangun tembok pemisah itu sudah dibahas sejak 2006, ketika Perang Irak mencapai puncak. Namun pengerjaan proyek itu baru dimulai September tahun lalu setelah tiga bulan sebelumnya ISIS mencaplok wilayah utara dan barat Irak.

Tembok sepanjang 966 kilometer ini bakal memisahkan wilayah utara Irak dan selatan Saudi. Tembok pengaman ini dilengkapi parit dan dan lima lapis pagar. Pengamanan makin ketat dengan kehadiran menara pengawas, kamera penginderaan malam, dan kamera radar. Riyadh juga akan menerjunkan 30 ribu tentara tambahan di sana.

Rinciannya seperti ini. Tembok batas itu akan memiliki 40 menara pengawas dilengkapi radar Airbus Spexer 2000 dan kamera siang serta malam, tujuh pusat komando dan kontrol, 38 menara komunikasi, serta 32 stasiun respon militer.

Tembok ini juga mempunyai gundukan pasir buat memperlambat gerakan penyusup, pagar kawat dialiri listrik, pagar berduri kembar masing-masing satu rangkainnya sepanjang seratus meter. Pengamanan mutakhir ini juga dilengkapi sensor penangkap gerak bawah tanah. Sensor ini bisa memicu alarm senyap bila ada penyerang masuk.

Kabel fiber optik sepanjang 1.450.00 meter akan menghubungkan tujuh pusat komando dan kontrol dengan Kementerian Dalam Negeri. Ini masih ditambah dengan sepuluh kendaraan pengintai, masing-masing dilengkapi radar Spexer, kamera video, kamera pemindai panas, dan kamera penginderaan malam. Bakal ada 240 kendaraan reaksi cepat dan tiap stasiun tanggap militer akan memiliki tempat pendaratan helikopter.

Radar Spexer 2000, dikenal juga dengan nama TRGC Sec, mempunyai beberapa jangkauan deteksi: pejalan kami (18 kilometer), kendaraan ringan (22 kilometer), truk (36 kilometer), pesawat ringan (27 kilometer), dan helikopter tingkat rendah (36 kilometer).

Saudi juga sudah membangun tembok batas sepanjang 1.609 kilometer di perbatasan Yaman.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Ladang minyak telah dikuasai ISIS. (business.financialpost.com)

Campur tangan asing karena minyak

Negara-negara dengan potensi produksi minyak tinggi kemungkinan besar menjadi sasaran intervensi pasukan asing bila pecah perang saudara.

Mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Dia wafat pada Jumat, 23 Januari 2015. (muftah.org)

Bersukacita atas kematian Raja Abdullah

Paea penyokong Al-Qaidah dan ISIS merayakan wafatnya penguasa Arab Saudi itu di media sosial.





comments powered by Disqus