kabar

Karena alasan kesehatan, hukuman cambuk kedua bagi Badawi ditunda

Luka diderita Raif Badawi akibat 50 cambukan Jumat pekan lalu belum sembuh.

16 Januari 2015 20:18

Lantaran alasan kesehatan, Arab Saudi hari ini menunda pelaksanaan hukuman cambuk kedua terhadap narablog Raif Badawi. Kabar ini disampaikan oleh istrinya, Insyaf Haidar.

Badawi sudah menjalani hukuman cemeti pertama sehabis salat Jumat pekan laludi Kota Jeddah. Dia mesti menerima 50 kali cambukan saban Jumat selama 20 pekan.

Organisasi pemantau hak asasi manusia Amnesty International mengungkapkan dokter memeriksa kesehatan Badawi menyatakan luka akibat cambukan minggu lalu belum sembuh. "Jadi pelaksanaan hukuman cambuk hari ini mesti ditunda."

Meski begitu, Insyaf memperkirakan cicilan hukuman cambuk atas suaminya bakal dilanjutkan pekan depan.

Sejatinya masyarakat internasional sudah mendesak Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz membatalkan vonis seribu kali cambuk terhadap Badawi. “Pencambukan, dalam pandangan saya, paling tidak adalah sebuah bentuk hukuman kejam dan tidak manusiawi,” ujar Komisioner Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Pangeran Zaid Raad Zaid al-Husain. “Hukuman semacam ini dilarang oleh hukum internasional."

Badawi, pendiri situs web Free Saudi Liberal, ditangkap Juni 2012. Namun sejak 2009 pemerintah telah memblokir rekening tabungannya dan dia dilarang ke luar negeri. Dia dituduh melakukan sejumlah kejahatan dunia maya, termasuk menghina Islam dan durhaka kepada ayahnya. Situs bikinan Badawi ini menampilkan pelbagai artikel mengkritik ulama-ulama senior Wahabi dan tokoh-tokoh dalam sejarah Islam. Alhasil, memicu perdebatan.

Pihak penuntut tadinya meminta lelaki 31 tahun itu diadili dengan dakwaan murtad sehingga dia terancam hukuman mati. Namun hakim menolak tudingan itu.

Badawi sebenarnya Juli tahun lalu divonis hukuman tujuh tahun penjara dan 600 kali cambukan. Tapi jaksa tidak puas. Pengadilan banding lalu memperberat hukuman bagi Badawi menjadi sepuluh tahun penjara, seribu kali cemeti, dan denda sejuta riyal atau Rp 3,4 miliar.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Empat anggota milisi Jabhat Fatih asy-Syam mengeluarkan ancaman menembak mati Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jika dia tidak dihukum atas kasus penistaan agama. (Albalad.co/Istimewa)

Sebut Wahabi sumber ekstremisme dan terorisme, menteri agama Tunisia dicopot

Menteri Agama Tunisia Nuruddin al-Khadimi pada 2012 bilang sekitar 400 dari lima ribu lebih masjid di negaranya telah jatuh ke tangan kaum Salafi ultra-konservatif.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Jamaah tengah menyaksikan asap mengepul setelah bom bunuh diri meledak di halaman parkir Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, pada 4 Juli 2016. (Sky News)

ISIS dan dua wajah Saudi

Dalam laporan Juni 2013, Parlemen Eropa menilai paham Wahabi sebagai sumber utama terorisme global.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR