kabar

Saudi haramkan perayaan ulang tahun dan hari suci agama di rumah sakit

Fatwa haram ini sebenarnya sudah dikeluarkan 27 tahun lalu.

19 Januari 2015 17:54

Kementerian Kesehatan Arab Saudi kemarin melarang perayaan ulang tahun dan hari suci agama di seluruh rumah sakit pemerintah dan pusat-pusat kesehatan lainnya.

Aturan baru ini dikeluarkan berdasarkan fatwa haram pernah dikeluarkan oleh Dar al-Ifta 27 tahun lalu. Keputusan itu keluar setelah sebuah rumah sakit pemerintah mengizinkan perayaan Natal oleh perawat non-muslim.

Ulama Saudi Syekh Muhammad al-Uraifi mengatakan Islam juga melarang penganutnya mengucapkan selamat kepada umat lain atas perayaan hari suci agama mereka, seperti Natal. "Jika mereka merayakan kelahiran putra Tuhan dan kalian memberi selamat kepada mereka...berarti kalian mengakui keyakinan mereka," katanya.

Meski masih menjadi perdebatan, Saudi mengharamkan pula peringatan maulid Nabi Muhammad biasa berlangsung saban Rabiul Awal. Mereka beralasan peringatan maulid nabi itu bidah. Namun sebagian besar kaum muslim merayakan hari kelahiran Rasulullah itu.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus