kabar

ISIS beri batas 72 jam bagi Jepang buat bayar tebusan Rp 2,5 triliun

Dua sandera asal Jepang itu adalah Haruna Yukawa dan Kenji Goto.

22 Januari 2015 04:23

Melalui rekaman video dilansir di Internet, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Selasa lalu memberi Jepang tenggat 72 jam untuk membayar tebusan US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Ini sebagai syarat buat membebaskan dua warganya.

Seperti rekaman-rekaman video sebelumnya, seorang anggota ISIS berjubah dan bertopeng serba hitam berdiri dengan satu pisau di tangan kiri. Dua sandera asal negeri Matahari TerbitĀ  - Haruna Yukawa dan Kenji Goto - berpakaian oranye berlutut di samping dia.

Anggota ISIS itu menyampaikan permintaan mereka dalam bahasa Inggris. Meski tidak menyebutkan dalam mata uang apa, terjemahan bahasa Arabnya menyatakan dalam dolar Amerika Serikat. Dia juga mendesak Jepang menghentikan sokongan terhadap perang atas ISIS dipimpin Amerika. Tidak disebutkan kapan rekaman video itu dibuat.

Dalam lawatan Sabtu pekan lalu ke Ibu Kota Kairo, Mesir, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji memberi bantuan non-militer sekitar US$ 200 juta untuk negara-negara memerangi ISIS.

Berbicara di Yerusalem, Abe mendesak ISIS segera melepaskan dua tawanan dari Jepang itu. "Ini tidak bisa dimaafkan dan saya merasa sangat sakit hati," katanya.

Kementerian Luar Negeri Jepang tengah memeriksa keaslian rekaman video itu.

Goto adalah wartawan lepas bekerja di Ibu Kota Tokyo, Jepang. Dia telah menulis sejumlah buku soal AIDS dan anak-anak di daerah konflik, mulai Afghanistan sampai Afrika. Dia juga menjadi wartawan lepas bagi sejumlah stasiun televisi di Jepang.

Goto bertemu Yukawa tahun lalu dan membantu dia pergi ke Irak pada Juni 2014.

Ayahnya Yukawa, Shoichi Yukawa, menolak berkomentar. Dia mengaku merasa sangat tertekan atas laporan-laporan itu.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.





comments powered by Disqus