kabar

Raja Arab Saudi wafat

Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir hari ini pukul satu dini hari.

23 Januari 2015 09:47

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir dini hari tadi. Posisinya kini digantikan saudara kandungnya Salman bin Abdul Aziz.

Raja Salman telah menunjuk saudara tirinya Pangeran Muqrin sebagai putera mahkota. "Yang Mulia Salman bin Abdul Aziz as-Saud dan seluruh keluarga serta bangsa ini berduka atas kematian Pemelihara Dua Masjid Suci (Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi) Raja Abdullah bin Abdul Aziz wafat pada pukul satu dini hari tadi," kata pihak kerajaan lewat pernyataan tertulis.

Abdullah dilahirkan pada 1923 telah memerintah Saudi sejak 2006, tapi secara de facto sudah berkuasa satu dasawarsa sebelumnya setelah pendahulunya, Raja Fahad, terkena stroke.

Mendiang Raja Abdullah berperan menyokong pemerintahan baru Mesir setelah kudeta militer tak berdarah terhadap Muhammad Mursi, presiden sipil pertama Mesir terpilih secara demokratis. Dia juga mendorong pemberontakan Suriah ingin menumbangkan rezim Basyar al-Assad.

Raja Salman, 79 tahun, telah diangkat sebagai putera mahkota sekaligus menteri pertahanan sejak 2012. Sebelum itu, dia menjabat gubernur Riyadh selama lima dekade.

Dengan penunjukan cepat Pangeran Muqrin sebagai putera mahkota, mesti mendapat persetujuan Dewan Keluarga Kerajaan, Raja Salman ingin menghindari spekulasi soal calon penguasa selanjutnya.

Selama berkuasa Raja Abdullah membikin sejumlah perubahan, termasuk meningkatkan hak-hak perempuan dan keterbukaan ekonomi. Namun dia tetap menutup pintu terhadap demokrasi dan terus bermusuhan dengan Iran.

Raja Salman, terus berada di lingkaran kekuasaan selama beberapa dasawarsa, diperkirakan bakal melanjutkan kebijakan strategis Saudi, termasuk memelihara aliansi dengan Amerika Serikat dan mengupayakan kestabilan pasar energi. Sepanjang setengah abad menjadi gubernur Riyadh, dia dipandang ahli menyeimbangkan antara kepentingan ulama, suku, dan pangeran membentuk kebijakan Saudi. Dia juga mampu memelihara hubungan baik dengan pihak barat.

Dalam jangka panjang penguasa Saudi mesti menangani soal pengangguran struktural akibat pertumbuhan cepat penduduk dan perekonomian terlalu bergantung dari pendapatan minyak serta beban subsidi dalam jumlah sangat besar.

Arab Saudi, pemasok seperlima dari kebutuhan minyak mentah dunia, juga memiliki pengaruh besar di kalangan 1,6 miliar kaum muslim lantaran dua kota suci Makkah dan Madinah berada dalam wilayah kedaulatan mereka.

Kebanyakan anggota senior dari keluarga As-Saud diyakini bakal memperoleh jabatan penting terkait kebijakan luar negeri dan energi.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Dewan Ulama Saudi adukan penangkapan para ulama kepada Raja Salman

Mereka yang ditangkap dan dilarang berdakwah termasuk tiga imam di Masjid Al-Haram, Kota Makkah.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.





comments powered by Disqus