kabar

Bersukacita atas kematian Raja Abdullah

Paea penyokong Al-Qaidah dan ISIS merayakan wafatnya penguasa Arab Saudi itu di media sosial.

24 Januari 2015 01:50

Kaum ekstremis Islam dan para penyokong mereka kemarin merayakan kematian Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz di media sosial. Banyak dari mereka menganggap penguasa ketujuh negara itu sebagai pelayan Amerika Serikat. Orang-orang radikal ini menuding Abdullah bersekongkol dengan negara-negara Barat buat membunuh orang Islam.

Abdullah, mengembuskan napas terakhir kemarin dini hari, mulai memerangi militan Al-Qaidah sekitar satu dasawarsa lalu saat mereka mulai melancarkan serangan teror di Saudi. Dengan dukungan Amerika, negara Dua Kota Suci ini menumpas kelompok-kelompok radikal, memenjarakan, dan menghukum mati mereka.

Banyak kalangan Islam garis keras menilai keluarga Kerajaan Saudi korup. ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) merupakan pecahan dari Al-Qaidah terang-terangan ingin menghancurkan Kabah. Saudi juga ikut membantu pasukan koalisi dikomandoi Amerika menggempur militan ISIS di Irak dan Suriah.

Seorang lelaki mengaku pendukung ISIS dan bernama Abu Azzam an-Najdi mengkritik mendiang Raja Abdullah di Twitter. "Dia mengirim jet-jet tempur untuk membunuh kaum muslim (di Suriah). Dia telah memenjarakan lelaki dan perempuan muslim," tulisnya. "Di mana ada perang melawan jihadis, dia orang pertama ikut mendukung."

Beberapa loyalis Al-Qaidah dan ISIS juga menggunakan tanda pagar dalam bahasa Arab berarti "Kematian Seorang Diktator".

Seorang pendukung jihadis mengaku bernama Umar menulis dalam bahasa Inggris. "Anjing tengah menguasai (dua kota suci) akhirnya mampus, bukan Bush atau Obama menyelamatkan Anda dari Alah."

Pengguna media sosial lain mengunggah sebuah foto ilustrasi Raja Abdullah berpakaian oranye. Di belakang dia berdiri seorang pria bertopeng membawa sebilah pisau untuk memenggal kepalanya. "Kami tidak ingin dia meninggal. Kami ingin membantai dia dengan cara seperti ini," tuturnya merujuk pada hukuman pancung bagi penjahat berlaku di Saudi.

Husain Ahmad al-Ujani, satu dari 81 terpidana mati dieksekusi di Arab Saudi pada 12 Maret 2022. Dia termasuk dalam 40 demonstran Syiah asal Qatif ditangkap karena berunjuk rasa pada 2011 menolak diskriminasi terhadap warga Syiah di Arab Saudi.  (Albalad.co/Supplied)

Arab Saudi eksekusi 81 orang dalam sehari, termasuk 40 demonstran Syiah

Mereka telah dieksekusi kemarin itu terdiri dari 73 warga Saudi, tujuh orang Yaman, dan satu berpaspor Suriah.

Anggota ISIS dalam Penjara As-Sinaa di Provinsi Hasakah, Suriah. (Amaq)

2.127 warga Indonesia berangkat berjihad ke Irak dan Suriah

Dari jumlah itu, 1.251 warga Indonesia masih berada di Irak dan Suriah. Sedangkan sisanya, yakni 127 orang meninggal, 555 orang dideportasi, dan 194 orang telah pulang ke Indonesia.

Jangan abaikan Al-Qaidah

Suriah dan Irak akan tetap menjadi palagan terpenting. Walau ISIS masih kuat untuk beberapa tahun mendatang, Al-Qaidah bakal menjadi pemenang terbesar.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus