kabar

Raja Abdullah dimakamkan di kuburan umum

Pusara Raja Abdullah bin Abdul Aziz tanpa nisan.

25 Januari 2015 11:13

Meski tadinya berstatus raja Arab Saudi sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, jenazah Abdullah bin Abdul Aziz Jumat lalu dikubur secara sederhana. Tidak ada upacara kenegaraan.

Prosesi pemakaman itu berlangsung di sebuah kompleks pemakaman umum Al-Ud di Ibu Kota Riyadh. Pekuburan ini juga dihuni warga biasa.

Sesuai tradisi berlaku di negara Dua Kota Suci itu, pemerintah tidak menetapkan hari libur nasional meski yang wafat seorang raja. Tidak ada pengibaran bendera setengah tiang. Semua kantor dan sekolah memang tutup karena Jumat dan Sabtu adalah hari libur mingguan.

Pusara Abdullah pun tidak ditandai dengan batu nisan. Sesuai paham Wahabi, mereka mengharamkan membikin kuburan mewah karena cemas bakal dikeramatkan atau dikultuskan.

Salat jenazah dilakoni di sebuah masjid di Riyadh dihadiri para pemimpin Arab, semua pangeran, dan konglomerat-konglomerat Arab.

Jangankan mengetahui kubur raja Saudi, kaum muslim juga tidak pernah tahu di mana makam Khadijah, istri Nabi Muhammad, dan putrinya, Fathimah. Sebab, Saudi mengharamkan nisan di atas pusara.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus