kabar

Michelle Obama langgar tradisi Arab Saudi

Michelle tidak berkerudung dan bersalaman dengan Raja Salman.

29 Januari 2015 07:09

Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama mendapat sorotan dalam lawatan belasungkawa menemani suaminya Presiden Barack Hussein Obama Selasa lalu di Arab Saudi. Dia tampil tanpa jilbab dan bersalaman dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, pengganti Abdullah bin Abdul Aziz wafat Jumat pekan lalu.

Padahal Saudi menerapkan aturan ketat bagi kaum hawa tanpa peduli agama dan keyakinan mereka. Perempuan mesti memakain jilbab atau kerudung di muka umum. Lelaki juga diharamkan menyentuh perempuan sesuai syariat Islam.

Meski begitu, ibu dua anak ini cuek saja dan membikin alis sebagian kaum ultra-konservatif di negara Dua Kota Suci itu terangkat. Dalam pertemuan ini, Michelle tidak berkerudung dan bersalaman dengan Raja Salman.

Walau perempuan asing tengah berkunjung ke Saudi tidak diwajibkan berkerudung, tetap saja penampilan Michelle itumengundang kritik. Sejak lawatan itu ada ribuan kicauan di Twitter bertanda pagar #Michelle_Obama_unveiled. Angeles Espinosa, pemilik akun @AngelesELPAIS menulis, "Saat datang ke Saudi @MichelleObama tidak menutup rambutnya atau mengenakan abaya berlaku bagi semua perempuan di kerajaan itu. Orang lain tentu tidak berani."

Seorang pengguna Twitter lain mengunggah foto-foto lawatan Obama bareng Michelle ke Indonesia pada 2010. Waktu itu Michelle berkerudung saat mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta.

Dalam rombongan Obama itu juga ikut dua mantan menteri luar negeri: Hillary Clinton dan Madeline Albright.

Lawatan ini berlangsung di tengah kecaman terhadap Saudi atas pelaksanaan hukuman cambuk terhadap seorang narablog dan pancung kepada perempuan Burma.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus