kabar

Abu Dhabi kota teraman di Timur Tengah

Ibu kota Uni Emirat Arab itu menduduki peringkat ke-25 sebagai kota paling aman sejagat.

29 Januari 2015 23:17

Abu Dhabi menjadi kota teraman di Timur Tengah, menurut Indeks 50 Kota Aman 2015 bikinan the Economist Intelligence Unit.

Indeks ini menghitung tingkat keamanan digital, keamanan kesehatan, keamanan infrastruktur, dan keamanan pribadi di 50 kota di dunia. Hasilnya, ibu kota Uni Emirat Arab itu menduduki peringkat ke-25 sebagai kota paling aman sejagat.

Abu Dhabi menaklukkan Doha (ibu kota Qatar) di posisi 29 dan Riyadh (ibu kota Arab Saudi) di ranking 46. Abu Dhabi meraih angka tinggi di sektor keamanan digital dan infrastruktur. Namun dari 50 kota masuk dalam indeks, Dubai tidak ada dalam daftar.

Secara global, Tokyo (ibu kota Jepang), kota paling banyak penduduknya di dunia, memuncaki indeks itu. Singapura berada di tempat kedua, disusul Osaka (Jepang), Stockholm (ibu kota Swedia), Amsterdam (ibu kota Belanda), Sydney (Australia), Zurich (Swiss), Toronto (Kanada), Melbourne (Australia), dan New York (Amerika Serikat).

Dalam segi keamanan individu - diukur dari tingkat kejahatan, peran polisi, dan seberapa aman penduduk dari pencurian serta kejahatan - Abu Dhabi berada di posisi ke-32, jauh tertinggal di belakang Doha di urutan ke-14.

Kota-kota di negara maju menempati 25 urutan teratas dalam Indeks 50 Kota Aman 2015, sedangkan kota-kota asal negara berkembang berada di 25 urutan terbawah. Abu Dhabi menjadi satu-satunya negara kaya Timur Tengah berada di posisi 25 teratas dalam indeks. Sedangkan Roma bareng Milan, dua kota Eropa berada di urutan 25 terbawah.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap imam Masjid Al-Haram

Sejak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menunjuk anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman, menjadi putera mahkota pada Juni tahun lalu, Saudi getol menangkapi aktivis, wartawan, akademisi, dan ulama dianggap tidak menyokong kebijakan penguasa.

Jamaah haji asal Qatar tiba di Arab Saudi melalui Kuwait. (Al-Arabiya)

500 jamaah haji Qatar sudah tiba di Makkah

Qatar dan Arab Saudi saling menuding masing-masing pihak menghalangi warga Qatar untuk berhaji.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR