kabar

Baru sehari beroperasi televisi Al Arab berhenti siaran

Bahrain mencabut izin siaran setelah Al Arab menayangkan wawancara dengan anggota kelompok oposisi.

03 Februari 2015 05:59

Stasiun televisi Al Arab kepunyaan Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi kemarin berhenti siaran. Padahal media ini baru beroperasi sehari sebelumnya.

Sejak kemarin pagi isi tayangan hanya seputar iklan promosi Al Arab. "Kami berhenti siaran karena alasan teknis dan administratif. Kami akan kembali tayang, insya Allah," kata pihak Al Arab dalam akun Twitter resmi mereka.

Pangeran Al-Walid terpaksa membikin Al Arab di Bahrain lantaran Saudi tidak membolehkan stasiun televisi independen beroperasi di sana.

Namun menurut surat kabar terbitan Bahrain, Akhbar al-Khalij, pemerintah Bahrain mencabut izin siaran Al Arab karena dianggap melanggar prinsip netralitas media. Al Arab dituding pula membikin hal-hal berakibat buruk bagi semangat persatuan negara-negara Arab Teluk.

Pencabutan izin operasi Al Arab ini dpicu oleh tayangan wawancara dengan Khalil al-Marzuq, anggota gerakan oposisi dipimpin Syekh Ali Salman, kini mendekam dalam penjara. Seorang sumber mengungkapkan izin siaran itu dicabut saat para pejabat Bahrain mengunjungi kantor Al Arab.

Namun seorang pejabat Bahrain membantah pencabutan izin operasi itu lantaran tayangan wawancara dengan Marzuq. Dia mengingatkan Al Arab juga mewawancarai Menteri Informasi Bahrain Isa Abdurrahman.

Penangkapan Syekh Ali Salman memicu protes besar-besaran di Bahrain dan dikritik pula oleh Amerika Serikat. Dia tengah diadili dengan dakwaan mengkampanyekan perubahan rezim dengan kekuatan. Syekh Ali membantah tuduhan ini.

Sejak Revolusi Arab meleutp empat tahun lalu, penduduk Bahrain didominasi penganut Syiah berunjuk rasa meminta pemerintah minoritas Sunni berlaku lebih adil.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.

Infografis hasil pemberantasan korupsi dilakukan Arab Saudi sejak awal November 2017. (Saudi Gazette)

Arab Saudi segera adili 95 pangeran dan konglomerat terlibat korupsi

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid bin Talal masih rundingkan harga pembebasannya

Arab Saudi akan mengupayakan ekstradisi atas para tersangka korupsi tinggal di luar negeri.

Pangeran Al-Walid bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid dipindah ke penjara khusus teroris

Kamar di Hotel Ritz Carlton di Riyadh sudah bisa dipesan mulai bulan depan.





comments powered by Disqus