kabar

Balas kematian pilotnya, Yordania gantung dua militan Al-Qaidah

Sajidah Risyawi dan Ziad Karbuli digantung menjelang fajar hari ini.

04 Februari 2015 17:05

Menjelang fajar hari ini Yordania menggantung dua militan Al-Qaidah divonis hukuman mati. Eksekusi dipercepat sebagai balasan atas kebiadaban kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) membakar hidup-hidup tawanan mereka, pilot Yordania bernama Muaz al-Kasasbih.

Pelaksanaan hukuman gantung itu berlangsung setelah semalam ISIS melansir rekaman video dan foto-foto pembakaran Muaz. Dia dibakar hingga tewas dalam sebuah kandang. Para pejabat Yordania menyebut eksekusi terhadap Muaz itu berlaku 3 Januari lalu.

Muaz ditangkap milisi ISIS setelah jet tempur F-16nya jatuh sehari menjelang Natal tahun lalu di dekat Kota Raqqah, ibu kota ISIS di Suriah. Dia kala itu tengah menggempur basis dan kepentingan ISIS di Suriah.

Juru bicara pemerintah Muhammad al-Mumani menyebutkan dua narapidana mati dieksekusi hari ini adalah Sajidah ar-Risyawi dan Ziad al-Karbuli.

Seorang sumber keamanan mengetahui soal ini mengungkapkan eksekusi terhadap Sajidah dan Ziad berlangsung di penjara Swaqa, sekitar 70 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Amman. "Keduanya kalem dan tidak menunjukkan emosi, cuma berdoa," katanya.

Sajidah, 40-an tahun, divonis mati karena ikut dalam serangan bunuh diri pada 2005 di sebuah hotel mewah di Amman. Perempuan Irak ini dibekuk setelah gagal meledakkan bom melilit di tubuhnya. Sedangkan suaminya berhasil melaksanakan misinya dan membunuh 60 orang.

Yordania telah menyampaikan tawaran menukar pembebasan Sajidah dengan Muaz, namun ISIS menuntut Sajidah dibarter dengan wartawan Jepang Kenji Goto, sandera ISIS akhirnya disembelih pekan lalu.

Sedangkan Ziad Karbuli merupakan anggota senior Al-Qaidah, juga dari Irak. Dia dijatuhi hukuman mati lantaran membunuh seorang warga Yordania dan terlibat serangkaian serangan teror di negara itu pada 2008.

Kematian Muaz begitu mengenaskan membikin marah banyak rakyat Yordania. Sejumlah pemuda berunjuk rasa seraya meneriakkan slogan "Mati, Matilah Dais." Dais adalah kepanjangan dari Daulah Islamiyah, nama lain ISIS.

Di Karkak, kampung halaman Muaz di selatan Yordania, semalam lusinan orang menyerbu kantor pemerintah. Mereka kesal karena pemerintah gagal menyelamatkan nyawa Muaz.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jangan abaikan Al-Qaidah

Suriah dan Irak akan tetap menjadi palagan terpenting. Walau ISIS masih kuat untuk beberapa tahun mendatang, Al-Qaidah bakal menjadi pemenang terbesar.

Hukuman bagi gay diterapkan ISIS adalah dilempar dari puncak bangunan tertinggi di sebuah kota. (www.dailymail.co.uk)

Persaingan dua milisi jihad

Al-Qaidah tidak berniat membikin khilafah islamiyah, namun ISIS sebaliknya.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat berkhotbah Jumat awal Juli lalu di Masjid Agung di Kota Mosul, utara Irak. (www.dailymail.co.uk)

Baghdadi pernah tidak naik kelas

Dia juga gagal jadi tentara karena matanya rabun.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

11 Desember 2018

TERSOHOR