kabar

Al-Azhar halalkan membunuh dan menyalib anggota ISIS

"Ini memerlukan hukuman telah disebut dalam Alquran bagi para penindas korup telah melawan Allah dan nabinya, yakni dibunuh, disalib, atau dipotong-potong anggota tubuhnya," kata Syekh Ahmad at-Tayyib.

05 Februari 2015 08:10

Saking murkanya terhadap kebengisan kelompok militan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Universitas Al-Azhar di Ibu Kota Kairo, Mesir, kemarin menyerukan membakar dan menyalib para anggota milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Bukan sekadar memerintahkan membunuh dan menyalib, Al-Azhar juga menghalalkan kaum muslim memotong-motong anggota tubuh militan ISIS.

Seruan ini muncul setelah ISIS Selasa malam lalu melansir foto-foto dan rekaman video menunjukkan pilot Yordania Muaz al-Kasasbih mereka sandera telah dibakar hidup-hidup. Menurut sejumlah pejabat Yordania, eksekusi terhadap Letnan Muaz berlangsung 3 Januari lalu.

Presiden Universitas Al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayyib menunjukkan kecemasan amat sangat atas tindakan pengecut ISIS itu. "Ini memerlukan hukuman telah disebut dalam Alquran bagi para penindas korup telah melawan Allah dan nabinya, yakni dibunuh, disalib, atau dipotong-potong anggota tubuhnya," katanya.

Dia menjelaskan Islam melarang membunuh orang-orang tidak bersalah. "Islam mengharamkan memutilasi dengan membakar atau cara-cara lain bahkan selama perang terhadap seorang musuh menyerang Anda," ujarnya.

Al-Azhar merupakan salah satu rujukan bagi kaum muslim seluruh dunia untuk belajar Islam. Kampus dibangun pada 970 atau 972 semasa Dinasti Fatimah ini mengajarkan Alquran dan hukum Islam secara rinci.

ISIS mengklaim menerapkan syariat Islam. Bandit, pembunuh dan pencuri dalam kasus khusus, bisa dihukum mati dengan cara disalib. Hukum potong tangan berlaku bagi maling umumnya. Orang ketahuan memfitnah atau menenggak minuman beralkohol dicambuk 80 kali.

Rajam atau dilempari batu sampai meninggal berlaku bagi lelaki atau perempuan sudah menikah berzina. Bagi yang masih lajang tapi berhubungan seks dapat dicemeti ratusan kali. Kaum gay dilempar dari bangunan tertinggi di sebuah kota.Semua hukuman itu dilaksanakan di tempat terbuka, biasanya di tengah kota.

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Irak tangkap mufti ISIS berbadan gembrot

Syifa adalah orang mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan hukuman mati dan menghancurkan tempat-tempat bersejarah di Mosul, termasuk kubur Nabi Yunus. 

Polisi Irak pada 3 Desember 2019 menangkap lelaki dikenal dengan nama Abu Khaldun, merupakan wakil dari pemimpin ISIS Abu Baar al-Baghdadi di Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Supplied via Iraqi Security Media Cell)

Polisi Irak bekuk wakil Baghdadi di Kirkuk

Abu Khaldun pernah menjabat komandan militer ISIS di Provinsi Salahuddin.

Majalah Dabiq terbitan ISIS dijual di situs Amazon. (BBC)

Turki telah deportasi 21 kombatan ISIS ke negara asal

Sebanyak 13 dari 21 jihadis sudah dideportasi itu adalah warga negara Jerman, Belgi, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.





comments powered by Disqus