kabar

Model bugil berdarah Persia

Golshifteh Farahani berpose bugil lagi di sampul majalah terbitan Prancis.

06 Februari 2015 16:49

Aktris Iran di pengasingan Golshifteh Farahani telah mengirim pesan perlawanan terhadap rezim Ayatullah di Teheran dengan tampil bugil di sampul majalah Egoiste terbitan Prancis. Dia juga pernah difoto telanjang bulat buat sampul majalah Madame Figaro.

Prancis telah membebaskan saya," kata aktris 31 tahun ini kepada Egoiste, seperti dilansir surat kabar 20 minutes kemarin. "Paris satu-satunya tempat di dunia di mana perempuan tidak merasa bersalah. Di dunia Timur akan merasa bersalah sepanjang waktu."

Farahani kabur ke Prancis pada 2012 setelah didenda dua juta euro atau hampir Rp 29 miliar, jumlah tidak mungkin sanggup dia bayar. Dari Ibu Kota Paris dia menyampaikan sokongannya buat revolusi hijau akhirnya gagal.

Farahani menjadi sasaran kampanye antioposisi setelah bermain di film Body of Lies, diangkat dari kisah nyata mantan anggota dinas intelijen Amerika Serikat CIA Ridley Scott. Dia menjadi lawan main dua aktor papan atas dunia Leonardo DiCaprio dan Russell Crowe. Keterlibatannya dalam film ini menjadikan dia sebagai satu-satunya aktris Iran pernah bermain buat film Hollywood sejak Revolusi Islam 1979.

Film itu mengkritik peran CIA ikut menumbangkan pemerintahan demokratis Iran pada 1953, sudut pandang menyinggung rezim Mullah. Karena bermain di film itulah, paspor Farahani diambil. Kementerian Kebudayaan dan Panduan Islam Iran sebelumnya sudah melarang dia melakoni pekerjaan sebagai artis lantaran tampil tanpa kerudung dalam pemutaran perdana Body of Lies di Kota New York, Amerika Serikat.

Film terakhirnya dibuat di Prancis oleh sutradara Asghar Farhadi berjudul About Elly juga dilarang diputar di Iran. Anehnya, Presiden Mahmud Ahmadinejad saat itu berkuasa mendukung Farahani. Dia bilang, "Tidak adil sebuah film dikecam karena kesalahan satu aktris."

Tapi pandangan Ahmadinejad terhadap Farahani berubah total setelah dia secara tidak sengaja memperlihatkan bahunya dalam acara bincang di televisi bertema Liberty Leading People. Dia dianggap menggerakkan rakyat Iran untuk memberontak.

Farahani menegaskan dia tidak bermaksud menghasut. "Saya benci politik. Itu bukan pekerjaan saya."

Dia kembali berulah bulan lalu. Dia memperlihatkan payudara kanannya dalam film pendek hitam putih bersama 30 aktor muda potensial Prancis. Rekaman video ini dibuat untuk mempromosikan Cesars, ajang penghargaan Piala Oscar versi Prancis. Dia pun dijagokan meraih Piala Cesars untuk perannya dalam film komedi imigran menawan berjudul Si Tu Meurs, Je Te Tue (Jika Kamu Mati, Saya Akan Membunuh Kamu).

Beberapa hari setelah rekaman video ini dilansir, seorang lelaki mengaku pejabat Mahkamah Agung Iran menelepon kediaman keluarganya di Teheran. Pria ini berteriak mengomeli ayahnya Farahani. Penelepon itu mengancam memotong payudara Farahani dan diberikan kepada sang ayah.

"Saya diberitahu oleh seorang pejabat Kementerian Kebudayaan dan Panduan Islam, Iran tidak perlu aktor atau artis. Anda boleh menawarkan layanan artistik Anda di negara lain," ujar Farahani, seperti ditulis surat kabar the Telegraph.

Darah pemberontak dalam tubuh Farahani mengalir dari ayahnya, direktur teater komunis dan penentang rezim Shah serta Khomeini. Dia menolak bicara lima hari sehingga terpaksa dirawat di rumah sakit. "Itu sangat buruk. Ini pertama kalinya mereka tidak bisa mendukung saya. Api sungguh kuat dan mereka ikut terbakar," tutur Farahani.

Pemerintah Iran sah-sah saja memberi label negatif buat Farahani, tapi bakat dan prestasinya di dunia film jempolan. Dia meraih penghargaan Silver Bear di Festival Film Internasional Berlin, Jerman, dan penghargaan film dokumenter dengan cerita terbaik di Festival Film Tribeca.

Dia telah menjadi bintang di usia 14 tahun saat bermain dalam film The Pear Tree garapan sutradara Dariush Mehrjui. Namanya kian melekat di hati begitu banyak penduduk Iran setelah berperan utama dalam film M for Mother. Di sana dia menjadi seorang ibu hamil menjadi korban gas beracun saat Perang Iran-Irak 1980-1988. Kondisinya kian menyedihkan setelah ditinggal suaminya.

"Dia bukan hanya Iran, dia adalah ibu dari Iran," kata sutradara Marjane Satrapi mengajak dia bermain dalam film Chicken with Plums. Sampai-sampai Satrapi berani menyejajarkan Farahani dengan mendiang aktris legendaris Elizabeth Taylor.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."

Coretan di atas potret Ratu Inggris Elizabeth II dalam komplkes Kedutaan Inggris di Ibu Kota Teheran, Iran. Coretan dalam bahasa Parsi ini berbunyi "mampus Inggris." (Channel 2)

Coretan di atas potret ratu

Zarif bilang belum saatnya Amerika mengikuti jejak Inggris membuka kembali kedutaan mereka di Teheran.

Hujan deras di Arab Saudi (SPA)

72 derajat di Iran tapi hujan di Saudi

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Qatar tuduh Arab Saudi halangi warganya berhaji

"Tahun ini tidak ada seorang pun warga Qatar benar-benar berupaya untuk berhaji karena mereka sadar tidak mungkin ke sana (Makkah) dalam situasi seperti sekarang," kata manajer sebuah agen perjalanan haji di Ibu Kota Doha, Qatar.

18 Agustus 2018

TERSOHOR