kabar

Tali bekas gantung Saddam ditawar Rp 88 juta

Peminatnya adalah dua pengusaha Kuwait, sebuah keluarga kaya Israel, sebuah bank, dan satu organisasi keagamaan di Iran.

07 Februari 2015 23:34

Sebuah tawaran senilai US$ 7 juta atau Rp 88,7 juta telah diajukan untuk membeli tali dipakai buat menggantung Presiden Irak Saddam Husain sembilan tahun lalu.

Tali coklat bersejarah itu diminati dua pengusaha Kuwait, sebuah keluarga kaya Israel, sebuah bank, dan satu organisasi keagamaan di Iran.

Tali itu kini tersimpan di kediaman Dr Muwaffaq ar-Rubai, menteri dalam negeri semasa rezim Saddam. Rubai membiarkan tali ini melingkar di leher patung Saddam dan diletakkan di ruang tamu rumahnya di utara Ibu Kota Baghdad, Irak, seperti dilansir situs berita berbahasa Arab Al-Arabi.

Rubai belum membenarkan atau membantah soal adanya penawaran atas tali pernah mengirim Saddam ke alam barzah itu. Namun dia dikabarkan meminta harga lebih dari US$ 7 juta dan siap berunding dengan calon pembeli potensial.

Dia mengaku telah memerintahkan anak buahnya buat membawa tali itu setelah Saddam selesai digantung.

Rubai mengatakan kepada surat kabar the Independent, dia pikir tepat buat melingkarkan tali gantungan itu di patung Saddam terbuat dari perunggu. Patung ini tadinya berdiri di kompleks istana Saddam.

Pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat dan Inggris menumbangkan rezim Saddam Husain pada 2003. Invasi dilancarkan lantaran Saddam dituding memiliki senjata pemusnah massal, tuduhan tidak pernah bisa dibuktikan sampai sekarang.

Setelah ditangkap di kota kelahirannya, Tikrit, Saddam diadili dan divonis mati atas kasus pembantaian 148 warga Syiah Irak pada 1982. Dia digantung akhir Desember 2006, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Mendiang Presiden Irak Saddam Husain. (Al-Arabiya/Supplied)

Irak perintahkan sita aset milik Saddam dan semua kroninya

Rumah Tariq Aziz di Ibu Kota Baghdad sudah dicaplok oleh Ammar al-Hakim, politikus Syiah kenamaan.

Munir Haddad, ketua majelis hakim persidangan Presiden Irak Saddam Husain (kiri), dalam wawancara khusus dengan Al-Arabiya. (Al-Arabiya)

Qaddafi pernah berupaya membebaskan Saddam dari penjara

Dia mencoba menyuap sipir agar melepaskan presiden Irak itu.

Presiden Irak Saddam Husain dan putrinya, Raghad. (Facebook)

40 kali ditolak saat melamar kerja karena bernama Saddam Husain

Lelaki India itu mengganti namanya menjadi Sajid.

Mantan Menteri Luar negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Irak Tariq Aziz. (cnn.com)

Mantan juru bicara Saddam tutup usia

Tariq Aziz meninggal karena serangan jantung dalam usia 79 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR