kabar

Sehabis jam malam dihapus di Baghdad

Empat kawasan dinyatakan zona bebas senjata, yakni Kazimiyah, Azamiyah, Mansour, dan Sayidiya.

08 Februari 2015 14:54

Ketika jam malam di Baghdad telah berlaku 12 tahun dihapus, seorang pemusik memainkan selo buat menghibur orang-orang melintas di jalan. Lusinan orang di seantero ibu kota Irak ini turun ke jalan merayakan kebebasan itu. Mereka berteriak, menari, dan menyanyi sambil mengibarkan bendera nasional.

Tukang cukur bernama Abdurrahim Raji masih mencukur berewok seorang pelanggannya saat waktu tutup normal sudah lewat sejam. Beberapa orang masih mengantre buat dilayani. "Kami merasa aman. Kami merasa Baghdad akan kembali seperti biasanya," katanya.

Keputusan mencabut jam malam itu diambil setelah Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi menggelar rapat di markas komando militer Baghdad Kamis subuh lalu. Dia memerintahkan semua blokade jalan dibuka bagi lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Namun dia menerapkan zona bebas senjata di empat kawasan di Baghdad, yakni Kazimiyah dihuni mayoritas Syiah, distrik Sunni Azamiyah, wilayah Sunni Mansour, dan daerah Sayidiya di sebelah barat daya.

Jam malam itu berlaku setelah pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat dan Inggris menginvasi Irak pada 2003. Setelah itu kekerasan sektarian meletup antara Sunni dan Syiah. Ketika konflik mencapai puncaknya, korban tewas saban bulan bisa 700 orang. Aturan ini ditetapkan mulai tengah malam hingga pukul lima pagi. Bahkan kalau situasi sedang gawat, waktu jam malam dimajukan menjadi mulai pukul delapan.

Selain alasan meningkatnya keamanan di Baghdad, pencabutan jam malam ini sebagai pesan kepada ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah): warga Baghdad bukan pengecut. "Amat penting bagi Dr Abadi untuk menunjukkan orang-orang hidup normal di wilayah telah dibebaskan dan tidak di bawah kekuasaan Dais," kata Rafid Jaburi, juru bicara Presiden Haidar al-Abadi. Dais kepanjangan dari Daulah Islam, nama lain ISIS.

Berakhirnya jam malam di seantero Baghdad ini berlangsung sehari setelah serangkaian bom meledak di sejumlah pasar. Insiden kemarin menewaskan 47 orang. Alhasil, banyak pula penduduk Baghdad tidak keluar rumah tengah malam tadi.

Abu Samir, pemilik apotek di kawasan Karrada termasuk yang enggan keluar merayakan penghapusan jam malam itu. "Apakah saya harus bergembira ketika Karrada aman sedangkan warga di kawasan lain terbunuh?' ujarnya. Dia pernah merasakan hal serupa. Rumahnya dibombardir dan kakaknya tewas. Mayatnya pun belum ditemukan hingga kini.

Dhia Abdullah, warga Baghdad Baru, daerah dihantam bom kemarin, belum meyakini Baghdad benar-benar aman sehingga jam malam mesti dicabut. "Kami tidak ingin itu (penghapusan jam malam) selama situasi keamanan belum stabil," tuturnya.

Bagi banyak anak muda, pencabutan jam malam ini merupakan keriangan telah lama tertahan. "Saya akan melakukan apa saja saya mau," kata Muhammad Wissam, 20 tahun, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Universitas Baghdad.

Baghdad sekarang sudah jauh berubah. Klub malam menjamur, toko minuman beralkohol memenuhi jalan. Banyak keluarga keluar saban malam untuk sekadar makan di salah satu restoran baru atau jalan-jalan ke mal.

Sebuah kapal dihiasi gemerlap lampu hilir mudik tiap malam di Sungai Tigris, melayani tamu makan malam atau minum kopi. Toko pembalut wanita disebut Barbie Clinic dengan layanan kecantikan buka hingga tengah malam.

Bagi yang tidak mampu ke tempat-tempat seperti itu, masih bisa menikmati suasana Baghdad di jembatan-jembatan dan tepian Tigris. Di sini banyak pemuda mengobrol ditemani berkaleng-kaleng bir. Setelah mabok mereka menari-nari di jalan.

"Sekarang kami bisa melek sampai pagi," ujar Khalid Faisal, 28 tahun, tengah duduk di sebuah tembok di sisi Tigris bersama dua kawannya ditemani bir. Dia begitu senang jam malam telah dicabut. "Itu kabar baik. Berarti Baghdad sudah aman."

Sebuah kawasan di Ibu Kota Baghdad, Irak. (cdn.ek.aero)

Baghdad kota paling tidak layak ditinggali

Kota terbaik untuk ditinggali di planet ini adalah Wina, ibu kota Austria.

Daftar kota paling berbahaya sejagat menurut hasil penelitian Verisk Maplecroft. (telegraph.co.uk)

Baghdad kota paling berbahaya di dunia

Enam kota di Irak menempati peringkat teratas dalam daftar kota paling mematikan sejagat.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Rekaman video dari stasiun televisi Al-Iraqiyah memperlihatkan Presiden Saddam Husain sesaat sebelum digantung, 30 Desember 2006. (www.news.com.au)

Tali bekas gantung Saddam ditawar Rp 88 juta

Peminatnya adalah dua pengusaha Kuwait, sebuah keluarga kaya Israel, sebuah bank, dan satu organisasi keagamaan di Iran.





comments powered by Disqus