kabar

Sejarawan Saudi klaim wanita Barat mengemudi karena tidak menolak diperkosa

"Mereka tidak peduli jika mereka diperkosa di pinggir jalan, tapi kita peduli," kata Dr Saleh as-Saadun.

12 Februari 2015 07:05

Dr Saleh as-Saadun disebut sebagai sejarawan Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan bodoh sekaligus tidak masuk akal. Saat diwawancarai stasiun televisi Rotana Khalijiyya, dia mengklaim kaum hawa di negara-negara Barat mengemudi lantaran mereka tidak menolak jika diperkosa.

Dia memulai penjelasannya mengenai alasan Arab Saudi tetap menjadi satu-satunya negara di dunia melarang perempuan menyetir mobil. Sejumlah perempuan pernah memprotes larangan ini pada Oktober 2013 dan tahun lalu. Beberapa di antara mereka ditangkap. Namun hingga kini negara kerajaan ini belum mencabut aturan itu.

"Perempuan biasanya mengendarai unta, jadi orang mungkin bertanya kenapa mereka dilarang mengemudi mobil?" kata Saadun. Dia bilang di Arab Saudi ada sejumlah kekhususan. "Jika seorang wanita dibolehkan menyetir dari satu kota ke kota lain dan mobilnya mogok, apa akan terjadi kepada dia?"

Pewawancara, perempuan berdandan glamor tanpa berkerudung lantas bilang, "Tapi perempuan menyetir mobil di Amerika, Eropa, dan negara-negara Arab lain."

Seperti disebutkan dalam transkrip wawancara dibikin oleh the Middle East Media Research Institute, Saadun menjawab dengan enteng. "Mereka tidak peduli jika mereka diperkosa di pinggir jalan, tapi kita peduli."

Dia bilang ketidakpedulian tu lantaran sudah rusaknya moral para perempuan Barat itu. Sedangkan di Saudi, menurut dia, ada norma-norma agama dan sosial membatasi perempuan buat mengemudi mobil.

Pewawancara bermata besar itu mengatakan para penonton amat terkejut mendengar klaimnya barusan.

Saadun menambahkan kaum hawa di Saudi diperlakukan seperti ratu. "Seorang ratu tanpa sopir memiliki kehormatan karena diantar oleh suami, saudara kandung lelaki, anak lelaki, atau keponakan," tutur Saadun. "Mereka siap melayani ketika dia memberi tanda dengan tangan."

Untuk mencegah perempuan diperkosa oleh sopir mereka, Saadun tidak kehilangan akal buat memberi solusi. "Penyelesaiannya adalah membayar sopir perempuan asing untuk mengantar istri-istri kita," katanya disambut tawa geli sang presenter.

"Sopir perempuan asing? Apakah Anda serius?" tanya dia.

"Ya," jawab Saadun. "Untuk menggantikan sopir laki-laki."

Saadun barangkali lupa di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, termasuk Indonesia, perempuan dibolehkan menyetir mobil.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.

Rekaman video menunjukkan seorang lelaki Arab Saudi tengah mencuci tangan tamunya pakai madu. (YouTube)

Lelaki Arab Saudi cuci tangan tamu pakai madu

"Mereka sedang menunjukkan kelakukan kekanakan."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR