kabar

Televisi Turki diperingatkan sebab gunakan kata "Tuhan" bukan "Allah"

Pemakaian kata "Tuhan" diyakini bisa merusak persepsi anak-anak soal Allah.

13 Februari 2015 07:04

Dewan Tertinggi Radio dan Televisi (RTUK), badan pengawas lembaga penyiaran di Turki, telah memperingatkan stasiun televisi swasta TV2 karena menggunakan kata "Tuhan" bukan "Allah".

Menurut RTUK, lebih memilih memakai kata "Tuhan" bisa menimbulkan pengaruh negatif terhadap persepsi anak-anak mengenai Allah. Mereka menambahkan dengan tindakan itu TV2 telah menghina nilai-nilai nasional dan sentimental masyarakat.

"Hampir seluruh masyarakat di Turki adalah muslim. Dalam masyarakat muslim, Allah itu Maha Esa dan satu-satunya Tuhan," kata RTUK, seperti dilaporkan surat kabar Hurriyet Daily News kemarin.

Penggunaan kata "Tuhan" itu terdapat dalam sebuah program di TV2. RTUK sebelumnya telah mendenda stasiun televisi ini karena isi salah satu acaranya dianggap melanggar aturan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Uskup Agung Sebastia Theodosios, salah satu pemuka Kristen Orthodoks di Yerusalem. (Nadezhda Kevorkova/Russia Today)

Orang Kristen Palestina juga bilang Allahu Akbar

"Bagi kami, kata Allah tidak identik dengan Islam. Ini adalah sebuah kata dalam bahasa Arab untuk Sang Pencipta alam semesta," kata Uskup Theodosios.

Aysen Gurcan merupakan menteri berjilbab pertama di Turki. Dia diangkat sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial. (iha.com.tr)

Menteri berjilbab pertama di Turki

Aysen Gurcan ditunjuk sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial.





comments powered by Disqus