kabar

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

14 Februari 2015 15:07

Merah, warna simbolik dari Hari Kasih Sayang, mendominasi Baghdad. Para pejalan kaki bakal mudah mendapati boneka beruang raksasa Teddy, mawar-mawar merah tua, balon dan kerajinan berbentuk hati di sebagian besar jalan di ibu kota Irak ini.

"Baghdad sekarang berwarna merah," kata Hamid Qassim, manajer pemberitahuan stasiun televisi Al-Sumariya, kepada Al Arabiya. "Persiapan perayaan Valentine sudah dimulai dua pekan lalu, toko-toko menjual boneka beruang Teddy dan bunga-bunga berwarna merah."

Beberapa orang di media sosial mengkritik warga merayakan Valentine saban 14 Februari. Alasannya, Irak tengah menghadapi ancaman ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah menguasai mayoritas wilayah di utara negeri ini.

Sebagian yang lain memutuskan merayakan Hari kasih Sayang itu. "Orang Irak, seperti penduduk di negara-negara lain, ingin hidup. Mereka sudah cukup menderita," ujar Qassim.

Suasana Valentine di Baghdad memang kian semarak setelah akhir pekan lalu jam malam dihapus. Larangan keluar mulai tengah malam hingga pukul lima subuh ini telah diberlakukan sejak pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat menginvasi Irak pada 2003.

Di Basrah, kota metropolitan terbesar ketiga di Irak, perayaan Valentine juga berlangsung meriah. Seperti tahun lalu, sekelompok relawan akan membagikan bunga dan bendera nasional di Alun-alun Al-Hurriyah. "Orang-orang bahkan sudah mulai merayakan sejak kemarin (Kamis) sampai jam sebelas malam. Mereka membaca puisi di alun-alun," tutur Luai al-Khamisi, bos Asosiasi Perdamaian dan Cinta, lembaga nirlaba berkantor di Basrah.

Meski tidak semeriah di Baghdad, perayaan Valentine juga digelar di Kota Nasiriya, 370 kilometer sebelah tenggara Baghdad. Haidar Muhammad, warga setempat, berencana merayakan di rumah selama sepekan. Lelaki 35 tahun ini telah menikah sembilan tahun. "Orang cuma bisa melihat Hari Valentine di toko-toko menjual hadiah Hari Valentine dan di rumah-rumah," katanya.

Di Najaf juga begitu. Perayaan Valentine tidak bisa berlangsung terbuka. Status Najaf sebagai kota suci bagi kaum Syiah membikin pemerintah merilis larangan itu. Di sana terdapat pusara Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus mantu Nabi Muhammad.

Dewan Provinsi Najaf Rabu lalu memerintahkan polisi menyisir seantero kota untuk memastikan tidak ada persiapan buat merayakan Valentine. "Perayaan Valentine adalah praktek keliru merusak citra Najaf sebagai kota suci," ujar anggota Dewan Kota Najaf Razaq Syarif.

Bagi muslimah terhormat, mereka dipinang lewat akad bukan dengan cokelat.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Ladang minyak telah dikuasai ISIS. (business.financialpost.com)

Campur tangan asing karena minyak

Negara-negara dengan potensi produksi minyak tinggi kemungkinan besar menjadi sasaran intervensi pasukan asing bila pecah perang saudara.

Maket tembok dibangun Arab Saudi di perbatasan Irak. (www.bbc.com)

Saudi bangun tembok raksasa di perbatasan Irak

Pembangunan tembok pengaman ini sudah berjalan sejak September tahun lalu.

Anak-anak sedang memegang bendera ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Mendidik anak cara ISIS

ISIS mengharamkan anak-anak menonton televisi, menyanyi, dan menari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR